Cara Islam Menghindari Hoaks Melalui Tabayyun
Muhammad rifai akif
Jum'at, 24 September 2021 - 08:10 WIB
Habib Husein Jafar Al Hadar yang menjadi pembicara mewakili agama Islam dalam dialog antar agama mengenai hoaks, Foto: LANGIT7/iStock
Membahas seputar hoaks memang selalu menarik, karena keberadaannya lekat dengan keseharian kita. Salah satu media yang sering dijadikan alat untuk penyebarannya media sosial.
Bukan hanya agama Islam, ternyata agama Nasrani dan Hindu pun melarang yang namanya penyebaran berita bohong. Hal ini terlihat dalam unggahan laman Facebook Indonesia, Kamis (23/9/2021).
Sering kali kita menerima pesan berantai dari sosial media seperti dari WhatsApp, Facebook, atau dari media sosial lain. Info nya pun bermacam-macam, mulai dari pengobatan, tips hidup sehat, tanda-tanda hari akhir, atau perihal virus Covid-19.
Jika kita sudah membaca, jangan langsung disebar lagi, melainkan tahan dulu.
"Tahan dulu penting sekali, karena dalam Islam merupakan doktrin kunci dalam ajaran tasawuf. Memberikan ruang bagi akal untuk memikirkan, memberikan ruang bagi hati untuk merasa." terang Habib Husein Ja'far Al Hadar yang menjadi pembicara mewakili agama Islam dalam dialog antar agama tersebut.
Informasi yang sampai kepada kita, hendaknya jangan gegabah untuk langsung disebar. Sekalipun sesuai dengan kepentingan, keyakinan, atau kebiasaan yang dimiliki.
"Masih banyak yang merasa dengan kepentingan kita, jika sesuai, biarpun hoaks tidak peduli, malah akan disebar. Itu namanya nafsu," jelas Habib yang banyak diikuti kaum milenial ini.
Bukan hanya agama Islam, ternyata agama Nasrani dan Hindu pun melarang yang namanya penyebaran berita bohong. Hal ini terlihat dalam unggahan laman Facebook Indonesia, Kamis (23/9/2021).
Sering kali kita menerima pesan berantai dari sosial media seperti dari WhatsApp, Facebook, atau dari media sosial lain. Info nya pun bermacam-macam, mulai dari pengobatan, tips hidup sehat, tanda-tanda hari akhir, atau perihal virus Covid-19.
Jika kita sudah membaca, jangan langsung disebar lagi, melainkan tahan dulu.
"Tahan dulu penting sekali, karena dalam Islam merupakan doktrin kunci dalam ajaran tasawuf. Memberikan ruang bagi akal untuk memikirkan, memberikan ruang bagi hati untuk merasa." terang Habib Husein Ja'far Al Hadar yang menjadi pembicara mewakili agama Islam dalam dialog antar agama tersebut.
Informasi yang sampai kepada kita, hendaknya jangan gegabah untuk langsung disebar. Sekalipun sesuai dengan kepentingan, keyakinan, atau kebiasaan yang dimiliki.
"Masih banyak yang merasa dengan kepentingan kita, jika sesuai, biarpun hoaks tidak peduli, malah akan disebar. Itu namanya nafsu," jelas Habib yang banyak diikuti kaum milenial ini.