LANGIT7.ID - , Jakarta - Membahas seputar hoaks memang selalu menarik, karena keberadaannya lekat dengan keseharian kita. Salah satu media yang sering dijadikan alat untuk penyebarannya media sosial.
Bukan hanya agama Islam, ternyata agama Nasrani dan Hindu pun melarang yang namanya penyebaran berita bohong. Hal ini terlihat dalam unggahan laman Facebook Indonesia, Kamis (23/9/2021).
Sering kali kita menerima pesan berantai dari sosial media seperti dari WhatsApp, Facebook, atau dari media sosial lain. Info nya pun bermacam-macam, mulai dari pengobatan, tips hidup sehat, tanda-tanda hari akhir, atau perihal virus Covid-19.
Jika kita sudah membaca, jangan langsung disebar lagi, melainkan tahan dulu.
"Tahan dulu penting sekali, karena dalam Islam merupakan doktrin kunci dalam ajaran tasawuf. Memberikan ruang bagi akal untuk memikirkan, memberikan ruang bagi hati untuk merasa." terang Habib Husein Ja'far Al Hadar yang menjadi pembicara mewakili agama Islam dalam dialog antar agama tersebut.
Informasi yang sampai kepada kita, hendaknya jangan gegabah untuk langsung disebar. Sekalipun sesuai dengan kepentingan, keyakinan, atau kebiasaan yang dimiliki.
"Masih banyak yang merasa dengan kepentingan kita, jika sesuai, biarpun hoaks tidak peduli, malah akan disebar. Itu namanya nafsu," jelas Habib yang banyak diikuti kaum milenial ini.
Habib Husein juga menjelaskan hoaks itu hampir seperti fitnah yang merupakan senjata utama menyesatkan umat manusia.
"Musuh utama umat Islam adalah Dajal, kekuatan atau senjata utama Dajal adalah fitnah yang kurang lebih maknanya sama dengan hoaks."
Informasi hoaks tentu berbahaya, terlebih yang paling berbahaya justru berita bohong yang berbau agama. Dicontohkan oleh habib muda ini, terkait info hoaks ruqyah bisa mengobati pasien Covid-19. Padahal ruqyah sejatinya untuk pengobatan dari gangguan makhluk jin.
"Hoaks yang mengatasnamakan agama, itu paling bahaya, orang sungkan untuk mengoreksi, karena disangka melawan terhadap agama," terang Habib Husein.
Ganjaran bagi yang menyebarkan hoaks pun sangat berat dan termasuk dosa besar.
"Banyak sekali ayat Alquran dan hadits yang menjelaskan bahayanya hoaks atau menebar dusta. Laknat Allah menunggu diakhirat, selain itu, hidupnya nggak akan bahagia di dunia. Karena hoaks bersifat menjerat agar berbuat hoaks selanjutnya." kata Habib Husein.
Maka dari itu, habib menjelaskan untuk menghindari hoaks dalam Islam melalui tabayyun. Artinya cek dan ricek informasi tersebut dari sumber yang memberikan informasi atau dari ahli yang mengerti.
Tapi, jika kita ingin memerangi hoaks, maka tabayyun saja tidak cukup, perlu juga peran aktif untuk meluruskan berita bohong tersebut.
"Kebenaran yang tidak diajarkan secara terus menerus, akan kalah dengan kesalahan yang diberikan secara terus menerus. Kesalahan yang didiamkan dan dibiarkan secara terus menerus akan dianggap seolah-olah menjadi kebenaran." tutup Habib Husein dalam dialognya dengan pemuka agama lain.
(est)