Dedi Mulyadi Surati Mendikti, Buntut Tiga Sekolah di Jabar Gagal Ikut SNBP
Lusi mahgriefie
Kamis, 27 Februari 2025 - 12:07 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menyatakan komitmen untuk memperjuangkan nasib siswa/siswi SMA/SMK yang gagal mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), akibat keterlambatan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) oleh pihak sekolah.
Pernyataan tersebut menyusul adanya kisruh berujung pada sejumlah siswa di beberapa sekolah di Jawa Barat menggelar aksi protes, dan demonstrasi akibat kegagalan mereka mengikuti SNBP.
Mereka memprotes karena menilai sekolah telah lalai dalam mengisi PDSS, padahal ini merupakan tahap krusial dalam proses pendaftaran SNBP.
Baca juga: Kapan Hasil SNBP 2025 Keluar, dan Apa Tahapan Selanjutnya? Simak Penjelasan Ini
Pengisian PDSS sendiri dijadwalkan berlangsung sejak 6 Januari hingga 31 Januari 2025, namun beberapa sekolah tidak menyelesaikannya tepat waktu.
Akibatnya, para siswa tidak dapat mengikuti SNBP, yang seharusnya menjadi kesempatan mereka masuk perguruan tinggi negeri tanpa melalui tes.
Pada unggahan video di akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, ia menyebutkan bahwa telah mengirim surat kepada Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) guna meminta pertimbangan khusus terkait masalah tersebut.
Pernyataan tersebut menyusul adanya kisruh berujung pada sejumlah siswa di beberapa sekolah di Jawa Barat menggelar aksi protes, dan demonstrasi akibat kegagalan mereka mengikuti SNBP.
Mereka memprotes karena menilai sekolah telah lalai dalam mengisi PDSS, padahal ini merupakan tahap krusial dalam proses pendaftaran SNBP.
Baca juga: Kapan Hasil SNBP 2025 Keluar, dan Apa Tahapan Selanjutnya? Simak Penjelasan Ini
Pengisian PDSS sendiri dijadwalkan berlangsung sejak 6 Januari hingga 31 Januari 2025, namun beberapa sekolah tidak menyelesaikannya tepat waktu.
Akibatnya, para siswa tidak dapat mengikuti SNBP, yang seharusnya menjadi kesempatan mereka masuk perguruan tinggi negeri tanpa melalui tes.
Pada unggahan video di akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, ia menyebutkan bahwa telah mengirim surat kepada Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) guna meminta pertimbangan khusus terkait masalah tersebut.