home masjid

Puasa Ramadhan: Ibadat Wajib yang Paling Mendalam Bekasnya pada Jiwa Seorang Muslim

Kamis, 27 Februari 2025 - 16:50 WIB
Kekhasan suasana Ramadan pada bangsa kita tercermin juga dalam suasana Hari Raya Lebaran. Ilustrasi: Gulf News
LANGIT7.ID--Cendekiawan muslim Prof Dr Nurcholish Madjid (1939–2005) mengatakan dari berbagai ibadah dalam Islam, puasa di bulan Ramadan barangkali merupakan ibadat wajib yang paling mendalam bekasnya pada jiwa seorang Muslim.

"Pengalaman selama sebulan dengan berbagai kegiatan yang menyertainya seperti berbuka, tarawih dan makan sahur senantiasa membentuk unsur kenangan yang mendalam akan masa kanak-kanak di hati seorang Muslim," tulis Nurcholish Madjid dalam bukunya berjudul "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" (Yayasan Paramadina, 1994)

Ibadah puasa merupakan bagian dari pembentuk jiwa keagamaan seorang Muslim, dan menjadi sarana pendidikannya di waktu kecil dan seumur hidup.

Semua bangsa Muslim menampilkan corak kerohanian yang sama selama berlangsungnya puasa, dengan beberapa variasi tertentu dari satu ke lainnya. "Maka kekhasan bangsa kita dalam menyambut dan menjalani ibadah puasa Ramadan telah pula menjadi perhatian orang Muslim Arab di akhir abad yang lalu," ujarnya.

Baca juga: Sambut Ramadan, Segarkan Suasana Rumah dengan Tanaman Hias

Seorang sarjana bernama Prof Riyadl dalam buku Syeikh 'Ali Ahmad al-Jurjawi berjudul "Hikmat al-Tasyri' wa Falsafatuhu" menyebutkan bahwa di Jawa (yang dicampuradukkan olehnya sebagai bagian dari India) para pemeluk Islam mempunyai cara yang khas dalam menyambut dan menjalani ibadah puasa.

Mereka itu, kata Prof Riyadl, pergi ke masjid beramai-ramai di saat tenggelam matahari untuk salat Maghrib dan berbuka puasa, kemudian melakukan salat 'isya dan tarawih diteruskan dengan membaca al-Qur'an (tadarrus) setiap malam satu juz' sehingga mereka dapat menghatamkan Kitab Suci itu pada suatu malam di bulan suci.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya