Sambut Ramadhan, PWNU Jatim Adakan "Ngaji Nusantara" pada 5-20 Maret
Tim langit 7
Jum'at, 28 Februari 2025 - 04:00 WIB
Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz.
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyambut Ramadhan 1446 H dengan menyelenggarakan "Ngaji Nusantara" pada 5-20 Maret 2025 dengan khataman, kajian tematik dan "kultum" yang melibatkan lembaga dan badan otonom (banom) di lingkungan PWNU.
"Marhaban Ya Ramadhan, mari kita sambut datangnya Ramadhan dengan sebaik-baiknya. PWNU Jatim akan mengisi Ramadhan dengan 'Ngaji Nusantara' pada 5-20 Maret untuk nahdliyyin dan masyarakat," kata Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz di Surabaya, Kamis.
Kiai Kikin yang juga pengasuh Pesantren Tebuireng itu menjelaskan kegiatan "Ngaji Nusantara" itu bersifat kajian tematik yang melibatkan banom dan lembaga serta "kultum" (kuliah tujuh menit) yang mengikutsertakan jajaran syuriah dan pendakwah eksternal, seperti Ning Umi Laila.
"Kajian tematik itu bersifat umum, karena melibatkan lembaga dan banom yang memiliki bidang-bidang pendidikan, perekonomian, sosial-budaya, kepesantrenan, hukum, kesehatan, dan sebagainya. Rencananya, kajian juga dirangkai dengan santunan anak yatim dan sembako murah," katanya.
Baca juga:Ustaz Adi Hidayat: Infak Ramadhan Perlu Direncanakan, Ini Bukti Pentingnya Kesiapan Finansial di Bulan Suci
Dalam rapat perencanaan (25/2), panitia menetapkan arti "Ngaji Nusantara" PWNU Jatim yang dimulai tanggal 5 Maret 2025 itu adalah ajakan "Bersama NU dan Santri, Yuk Ikuti Tausiyah Ramadhan" atau makna paten adalah "NU Selalu Ada Nilai Tradisi Agama Rasional Aktual".
Untuk agenda "Ngaji Nusantara" pembukaan (5/3) dengan tema pertama tentang "Dakwah Digital: Solusi Candu Smartphone" dengan narasumber Prof Masdar Hilmi/LP Maarif dan H Helmy M Noor/LTNU serta tausiyah dari KH Abd Matin Djawahir/Wakil Rais Syuriah (LTN dan LP Maarif).
"Marhaban Ya Ramadhan, mari kita sambut datangnya Ramadhan dengan sebaik-baiknya. PWNU Jatim akan mengisi Ramadhan dengan 'Ngaji Nusantara' pada 5-20 Maret untuk nahdliyyin dan masyarakat," kata Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz di Surabaya, Kamis.
Kiai Kikin yang juga pengasuh Pesantren Tebuireng itu menjelaskan kegiatan "Ngaji Nusantara" itu bersifat kajian tematik yang melibatkan banom dan lembaga serta "kultum" (kuliah tujuh menit) yang mengikutsertakan jajaran syuriah dan pendakwah eksternal, seperti Ning Umi Laila.
"Kajian tematik itu bersifat umum, karena melibatkan lembaga dan banom yang memiliki bidang-bidang pendidikan, perekonomian, sosial-budaya, kepesantrenan, hukum, kesehatan, dan sebagainya. Rencananya, kajian juga dirangkai dengan santunan anak yatim dan sembako murah," katanya.
Baca juga:Ustaz Adi Hidayat: Infak Ramadhan Perlu Direncanakan, Ini Bukti Pentingnya Kesiapan Finansial di Bulan Suci
Dalam rapat perencanaan (25/2), panitia menetapkan arti "Ngaji Nusantara" PWNU Jatim yang dimulai tanggal 5 Maret 2025 itu adalah ajakan "Bersama NU dan Santri, Yuk Ikuti Tausiyah Ramadhan" atau makna paten adalah "NU Selalu Ada Nilai Tradisi Agama Rasional Aktual".
Untuk agenda "Ngaji Nusantara" pembukaan (5/3) dengan tema pertama tentang "Dakwah Digital: Solusi Candu Smartphone" dengan narasumber Prof Masdar Hilmi/LP Maarif dan H Helmy M Noor/LTNU serta tausiyah dari KH Abd Matin Djawahir/Wakil Rais Syuriah (LTN dan LP Maarif).