home edukasi & pesantren

3 Tahab Perintah Puasa: Pada Awalnya Diberi Pilihan Berpuasa atau Memberi Fidyah

Jum'at, 28 Februari 2025 - 05:15 WIB
Keampuhan puasa sebagai penahan hawa nafsu dapat dicermati dari ketentuan puasa itu sendiri. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID--Dipilihnya bulan Ramadan sebagai waktu untuk berpuasa ternyata menyimpan rahasia. Syaikh Waliyullah al-Dahlawi dalam bukunya berjudul "Hujjah Allah al-Balighah" menyebut ada kriteria yang telah terpenuhi oleh Ramadan, sehingga bulan ini dipilih menjadi momen umat Islam berpuasa . Yakni, karena di bulan ini, turun Al-Qur'an, dasar agama Islam sekaligus mukjizat paling agung.

Pernyataanal-Dahlawi juga telah dijelaskan lebih lanjut oleh Al-Razi saat menafsir surat al-Baqarah [2] ayat 185, bahwa ayat tersebut memuat ‘illat (alasan) mengapa perintah puasa jatuh pada bulan Ramadan.

‘Illat itu tak lain karena di bulan Ramadan turun tanda ketuhanan (ayat rububiyyah) yang paling agung, yaitu Al-Qur'an.

Oleh sebab itu, lanjut al-Razi, seorang hamba harus mengabdikan dirinya dengan mengamalkan ritus ibadah sebagai simbol penghambaan kepada Rabbnya (ayat ‘ubudiyyah). Kemudian puasa dipilih sebagai ritus ibadah tersebut.

Bertahab

Para ulama mengatakan bahwa pada awalnya, kaum muslimin diberi pilihan antara berpuasa atau memberi fidyah; yaitu berdasarkan firman-Nya:

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya