Kurang Tidur Berpengaruh pada Sel Imun Picu Peradangan dan Penyakit Kronis
Fajar adhitya
Jum'at, 28 Februari 2025 - 06:28 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Kurang tidur yang berulang bisa berdampak pada sel imun atau sistem kekebalan tubuh. Hal ini menyebabkan peningkatan peradangan dan risiko penyakit kronis.
"Waktu menonton layar yang lama, dan perubahan norma masyarakat semakin mengganggu jam tidur yang teratur. Gangguan tidur ini memiliki implikasi yang mendalam bagi kesehatan kekebalan tubuh dan kesejahteraan secara keseluruhan," ujar Dr. Fatema Al Rashed, yang memimpin penelitian tersebut, dikutip dalam laporan Hindustan Times.
Studi itu menyimpulkan efek kurang tidur memicu peningkatan monosit nonklasik (NCM), sel kekebalan yang memperparah peradangan. Bahkan, penyebab peradangan dapat terjadi tanpa memandang berat badan, yang menunjukkan bahwa bahkan orang yang ramping dan sehat pun dapat menghadapi konsekuensi peradangan akibat kurang tidur.
Kurang tidur mengganggu keseimbangan antara respons imun pro-inflamasi dan anti-inflamasi, yang mengarah ke keadaan pro-inflamasi yang dominan. Studi tersebut menemukan bahwa kurang tidur yang berulang dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes, dan obesitas.
Kurang tidur juga dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi, mengurangi efektivitas vaksin, dan dapat mengganggu fungsi kognitif, suasana hati, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Dampak dari kurang tidur, mulai dari risiko penyakit kronis dan kerentanan sistem imun hingga gangguan fungsi kognitif dan suasana hati, menyoroti perlunya mengambil langkah proaktif untuk memprioritaskan tidur dan mengurangi risiko terkait kurang tidur.(*)
"Waktu menonton layar yang lama, dan perubahan norma masyarakat semakin mengganggu jam tidur yang teratur. Gangguan tidur ini memiliki implikasi yang mendalam bagi kesehatan kekebalan tubuh dan kesejahteraan secara keseluruhan," ujar Dr. Fatema Al Rashed, yang memimpin penelitian tersebut, dikutip dalam laporan Hindustan Times.
Studi itu menyimpulkan efek kurang tidur memicu peningkatan monosit nonklasik (NCM), sel kekebalan yang memperparah peradangan. Bahkan, penyebab peradangan dapat terjadi tanpa memandang berat badan, yang menunjukkan bahwa bahkan orang yang ramping dan sehat pun dapat menghadapi konsekuensi peradangan akibat kurang tidur.
Kurang tidur mengganggu keseimbangan antara respons imun pro-inflamasi dan anti-inflamasi, yang mengarah ke keadaan pro-inflamasi yang dominan. Studi tersebut menemukan bahwa kurang tidur yang berulang dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes, dan obesitas.
Kurang tidur juga dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi, mengurangi efektivitas vaksin, dan dapat mengganggu fungsi kognitif, suasana hati, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Dampak dari kurang tidur, mulai dari risiko penyakit kronis dan kerentanan sistem imun hingga gangguan fungsi kognitif dan suasana hati, menyoroti perlunya mengambil langkah proaktif untuk memprioritaskan tidur dan mengurangi risiko terkait kurang tidur.(*)
(lam)