Laba Bersih BCA Syariah Melesat 19,5% pada Tahun 2024
Nabil
Jum'at, 28 Februari 2025 - 12:52 WIB
Laba Bersih BCA Syariah Melesat 19,5% pada Tahun 2024
LANGIT7.ID-Jakarta; PT Bank BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 19,5% secara tahunan (year on year/yoy) pada tahun 2024. Pencapaian ini menunjukkan kinerja keuangan yang solid dari anak perusahaan Bank BCA tersebut di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, mengungkapkan bahwa pertumbuhan positif yang dicapai sepanjang tahun 2024 merupakan hasil dari kemampuan perusahaan dalam mengakselerasi teknologi dan adaptasi layanan. "Alhamdulillah BCA Syariah melewati 2024 dengan pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan yang solid ini didorong oleh kemampuan perusahaan untuk mengakselerasi teknologi dan adaptasi layanan yang didukung oleh pengelolaan sumber daya manusia dan manajemen risiko yang baik," ujarnya dalam kegiatan Media Update, Pemaparan Kinerja BCA Syariah 2024 - Evolve with Agility di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Jumat (28/2/2025).
Bank berprinsip syariah ini berhasil menunjukkan efisiensi operasional yang baik dengan rasio BOPO yang terjaga di posisi 79%, sementara fungsi intermediasi perbankan tercermin dari Financing to Deposit Ratio (FDR) sebesar 81,3% yang menunjukkan keseimbangan antara penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan.
Pertumbuhan Aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK)
Tercatat hingga Desember 2024, aset BCA Syariah tumbuh signifikan sebesar 15% yoy mencapai Rp16,6 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) di semua lini produk, baik tabungan, giro, maupun deposito. Total DPK BCA Syariah meningkat sebesar 20,3% yoy hingga mencapai Rp13,2 triliun.
Pertumbuhan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) mencapai 19,4% yoy dengan komposisi CASA sebesar 37,8% terhadap total DPK. Pertumbuhan CASA ini ditopang oleh peningkatan dana tabungan sebesar 17,9% yoy dan giro sebesar 21% yoy, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan minat masyarakat untuk menyimpan dananya di BCA Syariah.
Inovasi Digital dan Pembiayaan Berkualitas
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, mengungkapkan bahwa pertumbuhan positif yang dicapai sepanjang tahun 2024 merupakan hasil dari kemampuan perusahaan dalam mengakselerasi teknologi dan adaptasi layanan. "Alhamdulillah BCA Syariah melewati 2024 dengan pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan yang solid ini didorong oleh kemampuan perusahaan untuk mengakselerasi teknologi dan adaptasi layanan yang didukung oleh pengelolaan sumber daya manusia dan manajemen risiko yang baik," ujarnya dalam kegiatan Media Update, Pemaparan Kinerja BCA Syariah 2024 - Evolve with Agility di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Jumat (28/2/2025).
Bank berprinsip syariah ini berhasil menunjukkan efisiensi operasional yang baik dengan rasio BOPO yang terjaga di posisi 79%, sementara fungsi intermediasi perbankan tercermin dari Financing to Deposit Ratio (FDR) sebesar 81,3% yang menunjukkan keseimbangan antara penghimpunan dana dan penyaluran pembiayaan.
Pertumbuhan Aset dan Dana Pihak Ketiga (DPK)
Tercatat hingga Desember 2024, aset BCA Syariah tumbuh signifikan sebesar 15% yoy mencapai Rp16,6 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) di semua lini produk, baik tabungan, giro, maupun deposito. Total DPK BCA Syariah meningkat sebesar 20,3% yoy hingga mencapai Rp13,2 triliun.
Pertumbuhan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) mencapai 19,4% yoy dengan komposisi CASA sebesar 37,8% terhadap total DPK. Pertumbuhan CASA ini ditopang oleh peningkatan dana tabungan sebesar 17,9% yoy dan giro sebesar 21% yoy, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan minat masyarakat untuk menyimpan dananya di BCA Syariah.
Inovasi Digital dan Pembiayaan Berkualitas