Para Pendaki Harus Waspada AMS dan Hipotermia saat Mendaki
Fajar adhitya
Selasa, 04 Maret 2025 - 19:11 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Menindaklanjuti kasus meninggalnya dua perempuan pendaki Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya di Papua Tengah pada Sabtu (1/3) ada dua hal yang harus diwaspadai oleh para pendaki. Para pendaki disarankan mewaspadai gangguan kesehatan yang disebutAcute Mountain Sickness(AMS) dan hipotermia saat mendaki gunung tinggi.
Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Faisal Parlindungan Sp.PD menyampaikan bahwa keduanya sama-sama bisa berbahaya jika tidak segera ditangani dengan baik.
"Keduanya bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan baik, terutama dalam kondisi ekstrem di gunung," ujarnya.
Dia menyampaikan bahwa penyebab, gejala, dan penanganan kondisi AMS dan hipotermia berbeda. Menurut dia, AMS terjadi akibat kekurangan oksigen di daerah ketinggian, biasanya di ketinggian di atas 2.500 meter.
"Tubuh tidak terbiasa dengan kadar oksigen rendah, sehingga muncul gejala seperti sakit kepala dan mual. Kondisi ini disebut juga sebagaialtitude sickness," ujarnya.
Sedangkan kondisi hipotermia, dia mengatakan, terjadi karena penurunan suhu tubuh akibat paparan dingin dalam waktu lama.
"Hipotermia terjadi akibat paparan suhu dingin dalam waktu lama, menyebabkan suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius," ujarnya.
Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dr. Faisal Parlindungan Sp.PD menyampaikan bahwa keduanya sama-sama bisa berbahaya jika tidak segera ditangani dengan baik.
"Keduanya bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan baik, terutama dalam kondisi ekstrem di gunung," ujarnya.
Dia menyampaikan bahwa penyebab, gejala, dan penanganan kondisi AMS dan hipotermia berbeda. Menurut dia, AMS terjadi akibat kekurangan oksigen di daerah ketinggian, biasanya di ketinggian di atas 2.500 meter.
"Tubuh tidak terbiasa dengan kadar oksigen rendah, sehingga muncul gejala seperti sakit kepala dan mual. Kondisi ini disebut juga sebagaialtitude sickness," ujarnya.
Sedangkan kondisi hipotermia, dia mengatakan, terjadi karena penurunan suhu tubuh akibat paparan dingin dalam waktu lama.
"Hipotermia terjadi akibat paparan suhu dingin dalam waktu lama, menyebabkan suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celsius," ujarnya.