Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 08 Agustus 2026
home lifestyle muslim detail berita

Polemik Hijab Uniqlo, Halal Analyst Soroti Kemiripannya dengan Kerudung Yahudi

esti setiyowati Sabtu, 08 Agustus 2026 - 17:08 WIB
Polemik Hijab Uniqlo, Halal Analyst Soroti Kemiripannya dengan Kerudung Yahudi
Polemik Hijab Uniqlo, Halal Analyst Soroti Kemiripannya dengan Kerudung Yahudi. Foto: Ist
LANGIT7.ID, Jakarta,- - Kehadiran koleksi hijab terbaru Uniqlo Indonesia mendapat perhatian di media sosial. Bukan hanya soal model dan bahan, cara produk tersebut ditampilkan dalam materi promosi justru memicu perdebatan di kalangan masyarakat.

Halal analyst Aisha Maharani menyoroti koleksi dari perusahaan Jepang itu. Melalui unggahan di akun Instagram miliknya, Aisha Maharani mempertanyakan tampilan tiga produk yang secara resmi disebut Uniqlo sebagai hijab.

Uniqlo Indonesia resmi merilis tiga produk, yakni AIRism UV Protection Hijab, Georgette Hijab, dan Satin Hijab. Ketiganya tercantum dengan harga Rp199.000 dan dijadwalkan tersedia pada pertengahan Agustus 2026. Informasi tersebut juga tercantum di laman resmi Uniqlo Indonesia.

Baca juga: Koleksi Hijab Uniqlo Malaysia Tuai Kontroversi, Gaya Turban Jadi Sorotan

Namun, yang menjadi perhatian Aisha adalah cara hijab tersebut dikenakan dalam materi visual.

"Kain menutup rambut dan diikat di bagian belakang kepala, sementara leher masih terlihat terbuka," kata Aisha di unggahannya pada Sabtu (8/8/2026).

Menurut Aisha, tampilan tersebut bagi sebagian Muslimah Indonesia mungkin tidak lazim disebut sebagai hijab. Ia menilai modelnya secara visual memiliki kemiripan dengan tichel atau mitpachat, yakni kain penutup kepala yang digunakan oleh sebagian perempuan Yahudi Ortodoks yang telah menikah.

Namun, Aisha menegaskan bahwa kemiripan tampilan tidak serta-merta berarti produk tersebut berasal dari tradisi yang sama.

"Belum ada dasar yang cukup untuk mengatakan bahwa UNIQLO membuat “hijab Yahudi” atau mengambil desain tersebut dari tradisi Yahudi," jelasnya.

Menurut Aisha, hal yang lebih relevan untuk dipertanyakan adalah penggunaan istilah "hijab" sekaligus cara produk tersebut direpresentasikan kepada konsumen Muslim.

Menurut Aisha, perdebatan mengenai koleksi tersebut tidak hanya berkaitan dengan apakah modelnya menarik atau tidak.

Baca juga: Beda Aktivitas, Beda Pilihan Hijab: Intip Gaya Ayudia, Tantri Namirah, dan Sivia

Ketika sebuah merek menggunakan istilah "hijab" untuk memasarkan produk kepada konsumen Muslim, muncul pertanyaan mengenai makna hijab itu sendiri.

"Apakah hijab cukup didefinisikan sebagai kain yang menutup rambut? Atau istilah “hijab” membawa konsep berpakaian yang lebih luas dalam Islam?," tanyanya.

Pertanyaan itu menjadi semakin menarik karena Uniqlo sendiri memasukkan ketiga produknya ke dalam kategori Modest Wear.

Dengan demikian, polemik yang muncul tidak hanya menyangkut selera fashion. Perdebatan juga menyentuh bagaimana istilah yang memiliki makna keagamaan digunakan dalam industri fashion global.

Dian Widayanti: Turban bukan Hijab!

Di sisi yang sama halal enthusiast Dian Widayanti juga menyebut bahwa turban bukanlah hijab. Dian mengatakan kritik yang ditujukan ke Uniqlo bukanlah dari produknya namun pada penamaan dan pemakaiannya.

Dian mengutip surah Al-Ahzab ayat 59 dan An-Nur ayat 31 yang berisi perintah Allah SWT kepada wanita mukmin untuk mengenakan jilbab yang menutup seluruh tubuh.

Baca juga: Inovasi Wardah: Hear in Hijab, Alat Bantu Dengar Inklusif untuk Perempuan Berhijab Raih Penghargaan Dunia

"Jadi yang namanya hijab bukan hanya menutup kepala kita, tetapi leher dan juga dada. Sementara model turban yang leher dan bagian dadanya kelihatan itu belum sesuai dengan syariat yang Allah perintahkan" jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Dian Widayanti memahami proses seorang muslimah menuju hal yang lebih baik. Hanya saja ia mengkhawatirkan hal tersebut bisa menjadi inspirasi yang beruujung pada trend fashion.

"Nah tren itu dikhawatirkan bisa mengubah standar syariat. Ingat yang jadi patokan kita itu bukan apa yang viral tetapi apa yang Allah perintahkan," pungkasnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 08 Agustus 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:23
Maghrib
17:58
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan