LANGIT7.ID, Jakarta,- -
Industri farmasi dan
kosmetik halal Australia mengalami pertumbuhan hampir dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global dalam lima tahun terakhir. Perkembangan ini semakin memperkuat posisi Australia dalam industri
ekonomi Islam dunia.
Temuan tersebut tercantum dalam laporan
"The State and Future of the Australian Islamic Economy", yang diterbitkan
Salaam bekerja sama dengan
DinarStandard.Laporan itu menyebutkan bahwa ekonomi Islam
Australia kini tidak lagi hanya bergantung pada sektor
makanan halal. Industri halal di negara tersebut mulai berkembang ke berbagai bidang, seperti farmasi, suplemen kesehatan, kosmetik, keuangan, teknologi, pariwisata, dan pendidikan.
Baca juga: Ekonomi Halal Global Terus Tumbuh, Universitas Paramadina dan CSED INDEF Dorong Penguatan Ekosistem IndonesiaMeski makanan halal masih menjadi sektor terbesar dalam ekonomi Islam Australia namun, farmasi, suplemen kesehatan, dan kosmetik termasuk
industri halal yang mengalami pertumbuhan paling cepat.
Menurut para peneliti, perkembangan ini dinilai dapat membuka peluang baru bagi investasi dan ekspor Australia ke pasar internasional.
CEO Islamic Finance and Investment Association, Dean Gillespie, mengatakan ekonomi Islam kini semakin memberikan kontribusi penting terhadap aktivitas bisnis domestik maupun perdagangan internasional Australia.
Ekonomi Halal Tembus 10 Miliar Dolar AustraliaLaporan tersebut memperkirakan nilai ekonomi halal di negeri kangguru itu telah mencapai lebih dari 10 miliar dolar Australia. Angka tersebut masih menjadi bagian kecil dari ekonomi Islam global yang diperkirakan bernilai sekitar 5 triliun dolar AS.
Meski demikian, sejumlah industri halal Australia tercatat tumbuh lebih cepat dibandingkan rata-rata global. Pertumbuhan tersebut didorong dari meningkatnya permintaan terhadap produk dengan sumber bahan yang etis, transparansi, keberlanjutan, serta standar produksi yang tinggi.
Australia dinilai memiliki sejumlah keunggulan untuk menangkap peluang tersebut. Di antaranya sistem regulasi yang diakui secara internasional, kemampuan manufaktur yang maju, sistem pelacakan produk yang kuat, serta sektor penelitian yang berkembang.
Baca juga: Mendagri Ungkap Fakta Mengejutkan, Industri Halal Justru Didominasi China, Brazil, dan AustraliaKeunggulan itu membantu produsen Australia meningkatkan ekspor ke sejumlah pasar konsumen Muslim utama di Asia Tenggara dan Timur Tengah.
Suplemen Jadi Salah Satu PenopangLaporan tersebut juga menyoroti produsen vitamin dan suplemen sebagai salah satu sektor yang berperan dalam pertumbuhan industri halal Australia.
Sejumlah perusahaan Australia semakin banyak memperoleh sertifikasi halal yang diakui secara internasional. Sertifikasi tersebut membantu mereka memasuki pasar luar negeri yang pertumbuhannya tinggi, sekaligus memenuhi standar kualitas dan kepatuhan yang ketat.
Reputasi Australia di bidang manufaktur juga menarik perusahaan dari luar negeri yang membutuhkan fasilitas produksi untuk obat-obatan, nutraseutikal, dan produk kesehatan yang telah tersertifikasi halal.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperkuat posisi Australia sebagai pusat produksi regional untuk produk kesehatan dan kebugaran halal.
Kosmetik Halal Semakin DiminatiPertumbuhan juga terjadi pada industri kosmetik. Produk perawatan kulit dan perawatan tubuh yang memiliki sertifikasi halal semakin banyak diminati konsumen.
Baca juga: 5 Pengusaha Halal Top Yang Sedang Mengguncang Industri HalalMenariknya, ketertarikan terhadap produk halal tidak hanya datang dari konsumen yang mempertimbangkan aspek keagamaan.
Kini para konsumen mengaitkan sertifikasi halal dengan kualitas produk, sumber bahan yang etis, transparansi kandungan, serta proses produksi yang bertanggung jawab.
Karena itu, laporan tersebut mencatat bahwa sertifikasi halal mulai dipandang sebagai tanda kepercayaan yang lebih luas, bukan sekadar standar yang berkaitan dengan aturan agama.
Meski memiliki peluang besar, Australia masih menghadapi sejumlah tantangan dalam mengembangkan industri halal.
Laporan tersebut menyoroti lembaga sertifikasi yang standar belum seragam, serta koordinasi regulasi yang masih terbatas. Kondisi ini menyebabkan proses produksi dan ekspor menjadi lebih rumit bagi perusahaan sekaligus menimbulkan ketidakpastian bagi pembeli dari luar negeri.
Para peneliti menilai Australia membutuhkan sistem sertifikasi halal yang lebih konsisten dan diakui secara internasional.
Sistem yang lebih seragam dinilai dapat meningkatkan daya saing Australia, mengurangi beban administrasi bagi eksportir, serta meningkatkan kepercayaan mitra dagang dari berbagai negara.
Peneliti menyimpulkan, industri farmasi dan kosmetik halal Australia memiliki potensi besar di pasar internasional. Namun, pertumbuhan jangka panjang sektor tersebut membutuhkan standar industri yang lebih terkoordinasi, dukungan kebijakan yang kuat, serta sistem sertifikasi halal yang terpadu.
(est)