Kisah Sufi Suhrawardi: Burung dan Telur
Miftah yusufpati
Rabu, 05 Maret 2025 - 05:00 WIB
Kisah ini terdapat dalam beragam bentuk pada versi-versi yang berbeda dari karya Suhrawardi. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Kisah berikut ini dinukil dari buku "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".
Konon, ada seekor burung yang tidak mempunyai tenaga untuk terbang. Seperti ayam, ia berjalan saja di tanah, meskipun ia tahu bahwa ada burung yang bisa terbang.
Pada suatu ketika, terjadilah, lewat berbagai keadaan, ada telur seekor burung yang bisa terbang yang dierami oleh burung yang tak bisa terbang itu.
Setelah sampai waktunya, telur itu pun menetas. Burung kecil itu masih mempunyai kemampuan untuk terbang yang selalu dimilikinya, bahkan ketika ia masih berada dalam telur.
Ia pun berkata kepada orang tua angkatnya, "Kapan aku akan terbang?" Dan burung yang hanya bisa berjalan di tanah itu menjawab, "Tetaplah terus belajar terbang, seperti yang lain."
Sebab burung itu tidak tahu bagaimana mengajarkan anak angkatnya itu terbang, ia bahkan tidak tahu bagaimana menjatuhkannya dari sarang agar ia bisa belajar terbang.
Baca juga: Kisah Sufi Abdul-Hamid Khan: Berharga dan Tak Berharga
Konon, ada seekor burung yang tidak mempunyai tenaga untuk terbang. Seperti ayam, ia berjalan saja di tanah, meskipun ia tahu bahwa ada burung yang bisa terbang.
Pada suatu ketika, terjadilah, lewat berbagai keadaan, ada telur seekor burung yang bisa terbang yang dierami oleh burung yang tak bisa terbang itu.
Setelah sampai waktunya, telur itu pun menetas. Burung kecil itu masih mempunyai kemampuan untuk terbang yang selalu dimilikinya, bahkan ketika ia masih berada dalam telur.
Ia pun berkata kepada orang tua angkatnya, "Kapan aku akan terbang?" Dan burung yang hanya bisa berjalan di tanah itu menjawab, "Tetaplah terus belajar terbang, seperti yang lain."
Sebab burung itu tidak tahu bagaimana mengajarkan anak angkatnya itu terbang, ia bahkan tidak tahu bagaimana menjatuhkannya dari sarang agar ia bisa belajar terbang.
Baca juga: Kisah Sufi Abdul-Hamid Khan: Berharga dan Tak Berharga