Deklarasi Bersama Gerakan Ramadan Ramah Anak, Optimalkan Ibadah Keluarga Tanpa Gawai
Lusi mahgriefie
Rabu, 05 Maret 2025 - 12:47 WIB
Deklarasi Gerakan Ramadhan Ramah Anak, kolaborasi antara kementerian/lembaga serta organisasi perempuan keagamaan.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menginisiasikan Gerakan Ramadan Ramah Anak, sebuah program kolaborasi antara kementerian/lembaga serta organisasi perempuan keagamaan.
Fokus dalam gerakan ini antara lain menguatkan karakter anak, serta lingkungan keluarga yang didalamnya terdapat program 1 jam tanpa gadget atau gawai.
Gerakan Ramadan Ramah Anak ini dideklarasikan bersama oleh Menteri PPPA Arifah Fauzi, Menteri Dikdasmen Abdul Mu'ti, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid, Menteri Kordinator Bidang Kemanusiaan dan Kebudayaan Pratikno, serta Kepala Staf Kepresidenan Letjen TNI (Purn) AM Putranto.
Arifah Fauzi berharap dengan adanya deklarasi bersama atas Gerakan Ramadhan Ramah Anak menjadikan program ini bisa dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan, dan terus berkelanjutan.
(Menteri PPPA Arifah Fauzi saat menandatangani deklarasi Gerakan Ramadan Ramah Anak)
"Melalui gerakan ini kami mengajak seluruh masyarakat dan khususnya para orangtua untuk mengoptimalkan ibadah Ramadhan, dengan meningkatkan pengasuhan di rumah. Mari kita tinggalkan gawai sebentar minimal 1 jam dengan meningkatkan interaksi bersama, seperti beribadah bersama misalnya sholat bersama, tadarus bersama, dengarkan dongeng tentang Rasulullah, dan tenang hal baik di hari-hari itu," kata Menteri Arifah saat deklarasi Gerakan Ramadan Ramah Anak di Jakarta, Rabu (5/3/2025).
Ia yakin dengan memperbanyak diskusi di dalam keluarga akan meningkatkan kedekatan orangtua dan anak, serta menciptakan kehangatan dalam keluarga. " Ini akan menjadi kenangan indah dan sangat berkontribusi kepada jiwa dan kesehatan, serta resiliensi anak," tambahnya.
Fokus dalam gerakan ini antara lain menguatkan karakter anak, serta lingkungan keluarga yang didalamnya terdapat program 1 jam tanpa gadget atau gawai.
Gerakan Ramadan Ramah Anak ini dideklarasikan bersama oleh Menteri PPPA Arifah Fauzi, Menteri Dikdasmen Abdul Mu'ti, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid, Menteri Kordinator Bidang Kemanusiaan dan Kebudayaan Pratikno, serta Kepala Staf Kepresidenan Letjen TNI (Purn) AM Putranto.
Arifah Fauzi berharap dengan adanya deklarasi bersama atas Gerakan Ramadhan Ramah Anak menjadikan program ini bisa dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan, dan terus berkelanjutan.
(Menteri PPPA Arifah Fauzi saat menandatangani deklarasi Gerakan Ramadan Ramah Anak)
"Melalui gerakan ini kami mengajak seluruh masyarakat dan khususnya para orangtua untuk mengoptimalkan ibadah Ramadhan, dengan meningkatkan pengasuhan di rumah. Mari kita tinggalkan gawai sebentar minimal 1 jam dengan meningkatkan interaksi bersama, seperti beribadah bersama misalnya sholat bersama, tadarus bersama, dengarkan dongeng tentang Rasulullah, dan tenang hal baik di hari-hari itu," kata Menteri Arifah saat deklarasi Gerakan Ramadan Ramah Anak di Jakarta, Rabu (5/3/2025).
Ia yakin dengan memperbanyak diskusi di dalam keluarga akan meningkatkan kedekatan orangtua dan anak, serta menciptakan kehangatan dalam keluarga. " Ini akan menjadi kenangan indah dan sangat berkontribusi kepada jiwa dan kesehatan, serta resiliensi anak," tambahnya.