LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (
KemenPPPA) menginisiasikan Gerakan Ramadan Ramah Anak, sebuah program kolaborasi antara kementerian/lembaga serta organisasi perempuan keagamaan.
Fokus dalam gerakan ini antara lain menguatkan karakter anak, serta lingkungan keluarga yang didalamnya terdapat program 1 jam tanpa
gadget atau gawai.
Gerakan Ramadan Ramah Anak ini dideklarasikan bersama oleh Menteri PPPA Arifah Fauzi, Menteri Dikdasmen
Abdul Mu'ti, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji,
Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid, Menteri Kordinator Bidang Kemanusiaan dan Kebudayaan Pratikno, serta Kepala Staf Kepresidenan Letjen TNI (Purn) AM Putranto.
Arifah Fauzi berharap dengan adanya deklarasi bersama atas Gerakan Ramadhan Ramah Anak menjadikan program ini bisa dilaksanakan oleh para pemangku kepentingan, dan terus berkelanjutan.
![Deklarasi Bersama Gerakan Ramadan Ramah Anak, Optimalkan Ibadah Keluarga Tanpa Gawai]()
(Menteri PPPA Arifah Fauzi saat menandatangani deklarasi Gerakan Ramadan Ramah Anak)
"Melalui gerakan ini kami mengajak seluruh masyarakat dan khususnya para orangtua untuk mengoptimalkan ibadah Ramadhan, dengan meningkatkan pengasuhan di rumah. Mari kita tinggalkan gawai sebentar minimal 1 jam dengan meningkatkan interaksi bersama, seperti beribadah bersama misalnya sholat bersama, tadarus bersama, dengarkan dongeng tentang Rasulullah, dan tenang hal baik di hari-hari itu," kata Menteri Arifah saat deklarasi Gerakan Ramadan Ramah Anak di Jakarta, Rabu (5/3/2025).
Ia yakin dengan memperbanyak diskusi di dalam keluarga akan meningkatkan kedekatan orangtua dan anak, serta menciptakan kehangatan dalam keluarga. " Ini akan menjadi kenangan indah dan sangat berkontribusi kepada jiwa dan kesehatan, serta resiliensi anak," tambahnya.
5 Gerakan yang memiliki slogan "Ramadan Ceria Anak Bahagia" ini:1. Penguatan Pendidikan Karakter Anak.
Membangun karakter anak melalui internalisasi nilai-nilai agama dan moral, serta implementasi "Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indoensia Hebat" yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
2. Penguatan Kapasitas Pengasuhan.
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan bagi orangtua dan pengasuh alternatif dengan menekankan pengasuhan positif, yang mencakup pembangunan hubungan emosional yang sehat, penerapan disiplin dengan kasih sayang, penanaman nilai agama dan budi pekerti, serta pengembangan kecerdasan sosial dan emosional anak.
3. Penguatan Lingkungan Keluarga
Menjadikan keluarga sebagai teladan dalam beribadah dan berperilaku dengan penuh penghormatan dengan menghadirkan peran ayah dan ibu.
Meningkatkan kebersamaan melalui program "1 jam Berkualitas Orang Tua dan Anak", di mana orangtua dan anak meluangkan waktu bersama secara khusus tanpa gawai, untuk berinteraksi secara langsung dan membangun komunikasi yang erat.
Satuan Pendidikan untuk memberikan tugas menulis dan bercerita tentang hal-hal baik yang dilakukan selama 1 jam berkualitas bersama keluarga.
4. Penguatan Peran Masyarakat
Menerapkan prinsip "semua anak adalah anak kita", di mana seluruh masyarakat turut serta dalam mendidik dan melindungi anak sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
Membangun lingkungan yang harmonis melalui kegiatan keagamaan, penguatan budaya gotong royong, peningkatan kepedulian sosial, menciptakan suasana yang aman dan nyaman.
5. Penguatan Kebijakan Pemerintah
Mendorong pemerintah untuk menyusun, mengimplementasikan dan memperluas cakupan kebijakan untuk mendukung penguatan karakter anak yang telah dilakukan oleh berbagai pemangku kepentingan, guna menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan generai berakhlak dan berkualitas.
(lsi)