Rasulullah SAW Lebih Banyak Salat Malam di Rumah saat Ramadan
Miftah yusufpati
Rabu, 05 Maret 2025 - 18:24 WIB
Nabi SAW hanya mengimami salat qiyam Ramadan sebanyak 3 malam di Masjid Nabawi. Ilustraso: Ist
LANGIT7.ID-Rasulullah SAW lebih banyak melakukan salat malam pada bulan suci Ramadan di rumah saja. Para sahabat mencatat, Beliau hanya tiga malam saja di Masjid Madinah.
Ustaz Ahmad Zarkasih dalam bukunya berjudul "Sejarah Tarawih" menyatakan salat yang disebut dengan istilah salat tarawih ini adalah salah satu bentuk salat malam juga pada umumnya.
"Menjadi khusus karena memang ada anjuran Nabi SAW yang khusus untuk menghidupi malam-malam Ramadan dengan banyak ibadah, salah satu adalah mendirikan salat malam ramadan," katanya.
Hal itu, lanjut Zarkasih, sesuai hadis Rasulullah seperti diriwayatkan an-Nasa'i. "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas kalian puasa Ramadan, dan mensunnahkan qiyam-nya…"
Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW memberikan motivasi kepada kita untuk melaksanakan qiyam Ramadan tanpa memerintahkan dengan kuat. (HR al-Bukhari).
Dua hadis yang disebutkan itu dan hadis-hadis lain dengan nada sejenis merupakan anjuran yang sifatnya khusus dari segi waktu pengerjaan; yakni malam-malam Ramadan untuk menghidupinya dengan ibadah, salah satunya salat.
Dan di sisi lain, hadis-hadis sejenis juga adalah anjuran yang sangat umum sekali. Bahwa Nabi SAW menganjurkan untuk menghidupi malam Ramadan dengan ibadah, tapi tidak ditentukan jenis ibadah apa.
Ustaz Ahmad Zarkasih dalam bukunya berjudul "Sejarah Tarawih" menyatakan salat yang disebut dengan istilah salat tarawih ini adalah salah satu bentuk salat malam juga pada umumnya.
"Menjadi khusus karena memang ada anjuran Nabi SAW yang khusus untuk menghidupi malam-malam Ramadan dengan banyak ibadah, salah satu adalah mendirikan salat malam ramadan," katanya.
Hal itu, lanjut Zarkasih, sesuai hadis Rasulullah seperti diriwayatkan an-Nasa'i. "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas kalian puasa Ramadan, dan mensunnahkan qiyam-nya…"
Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW memberikan motivasi kepada kita untuk melaksanakan qiyam Ramadan tanpa memerintahkan dengan kuat. (HR al-Bukhari).
Dua hadis yang disebutkan itu dan hadis-hadis lain dengan nada sejenis merupakan anjuran yang sifatnya khusus dari segi waktu pengerjaan; yakni malam-malam Ramadan untuk menghidupinya dengan ibadah, salah satunya salat.
Dan di sisi lain, hadis-hadis sejenis juga adalah anjuran yang sangat umum sekali. Bahwa Nabi SAW menganjurkan untuk menghidupi malam Ramadan dengan ibadah, tapi tidak ditentukan jenis ibadah apa.