Kisah Rebutan Tahta di Kerajaan Daud, Kakak Nabi Sulaiman Melakukan Kudeta
Miftah yusufpati
Jum'at, 07 Maret 2025 - 03:00 WIB
Nabi Daud adalah contoh bagi raja yang enggan makan selain dari hasil pekerjaan tangannya sendiri. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Nabi Daud as selalu mengajak putranya, Sulaiman, dalam tiap-tiap sidang peradilan yang diadakan untuk menangani perkara-perkara perselisihan dan sengketa yang terjadi di dalam masyarakat.
la sengaja membawa Sulaiman untuk melatihnya serta menyiapkannya sebagai putra mahkota yang kelak akan menggantikannya memimpin kerajaan.
Dan memang Sulaimanlah yang terpandai di antara sesama saudara yang bahkan lebih tua usia daripadanya. Rupanya, itulah yang membuat saudara-saudara Sulaiman iri. Absyalum, salah satunya.
Kakak Nabi Sulaiman ini tidak rela dirinya dilangkahi oleh adiknya. la beranggapan bahwa dialah yang sepatutnya menjadi putra mahkota.
Selain lebih tua dalam usia, Absyalum merasa lebih kuat. Diam-diam Absyalum menyusun pemberontakan. Jauh-jauh hari ia berusaha mencuri hati rakyat Israil. Ia menunjukkan kasih sayang dan cintanya kepada mereka, menolong menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi serta mempersatukan mereka di bawah pengaruh dan pimpinannya. Tak jarang ia berdiri di depan pintu istana mencegat orang-orang yang datang ingin menghadap raja. Ia tangani sendiri masalah-masalah yang mereka minta penyelesaian.
Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Menyuruh Ismail Menceraikan Istrinya
Setelah merasa memiliki pengaruh yang kuat di kalangan rakyat Bani Israil, Absyalum memutuskan untuk kudeta. Ia sebarkan mata-mata ke seluruh pelosok negeri untuk menghasut rakyat dan memberi tanda kepada penyokong-penyokong rencananya.
la sengaja membawa Sulaiman untuk melatihnya serta menyiapkannya sebagai putra mahkota yang kelak akan menggantikannya memimpin kerajaan.
Dan memang Sulaimanlah yang terpandai di antara sesama saudara yang bahkan lebih tua usia daripadanya. Rupanya, itulah yang membuat saudara-saudara Sulaiman iri. Absyalum, salah satunya.
Kakak Nabi Sulaiman ini tidak rela dirinya dilangkahi oleh adiknya. la beranggapan bahwa dialah yang sepatutnya menjadi putra mahkota.
Selain lebih tua dalam usia, Absyalum merasa lebih kuat. Diam-diam Absyalum menyusun pemberontakan. Jauh-jauh hari ia berusaha mencuri hati rakyat Israil. Ia menunjukkan kasih sayang dan cintanya kepada mereka, menolong menyelesaikan masalah-masalah yang mereka hadapi serta mempersatukan mereka di bawah pengaruh dan pimpinannya. Tak jarang ia berdiri di depan pintu istana mencegat orang-orang yang datang ingin menghadap raja. Ia tangani sendiri masalah-masalah yang mereka minta penyelesaian.
Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Menyuruh Ismail Menceraikan Istrinya
Setelah merasa memiliki pengaruh yang kuat di kalangan rakyat Bani Israil, Absyalum memutuskan untuk kudeta. Ia sebarkan mata-mata ke seluruh pelosok negeri untuk menghasut rakyat dan memberi tanda kepada penyokong-penyokong rencananya.