home masjid

Kisah Umar bin Khattab Dianggap Sinting: Tertawa dan Menangis Sendiri

Jum'at, 07 Maret 2025 - 04:00 WIB
Biarlah Umar dengan kelakuannya yang terkadang menyalahi adat. Sebab ia dapat melihat sesuatu yang indra kita tidak mampu melacaknya. Ilustrasi: Art Station
LANGIT7.ID-KH Abdurrahman Arroisi dalam buku “Kisah Teladan” menulis kisah Umar bin Khattab yang memilukan. Khalifah itu sempat dianggap gila atau setidak-tidaknya lupa ingatan. Kala itu, orang sampai menduga-duga, itu akibat dosa-dosa Umar yang bertumpuk semasa muda.

Maklum saja, sebelum masuk Islam, Umar dikenal sangat temperamental. Dia jago gulat sehingga disegani di Mekkah. Umar gemar mengamuk tanpa mengenal perikemanusiaan. Banyak orang yang tidak bersalah menjadi korban.

“Itulah yang mungkin telah menyiksa batinnya sehingga ia ditimpa penyakit jiwa,” pikir orang-orang kala itu.

Umar sering kedapatan menangis sendirian. Dan tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, juga sendirian. Itu sering dilakukan tiap selesai salat.

Abdurrahman bin Auf, sebagai salah seorang sahabat Umar yang paling akrab, merasa tersinggung dan sangat murung mendengar gunjingan itu.

Apalagi, hampir semua rakyat Madinah telah sepakat menganggap Umar betul-betul sinting. Dan, sudah tentu, orang sinting tidak layak lagi memimpin umat atau negara. Yang lebih mengejutkan rakyat, pada waktu melakukan salat Jumat yang lalu, ketika sedang berada di mimbar untuk membacakan khotbahnya, sekonyong-konyong Umar berseru, "Hai Sariah, hai tentaraku. Bukit itu, bukit itu, bukit itu!"

Baca juga: Salat Tarawih yang Dipraktikkan Khulafaur Rasyidin: Berubah di Era Umar bin Khattab
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya