home edukasi & pesantren

Ramadhan dan Fenomena Berbagi Takjil Gratis, Ini Pandangan Sosiolog

Jum'at, 07 Maret 2025 - 10:09 WIB
Kegiatan bagi takjil dan buka puasa bersama yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).Foto/ist
Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Salah satu cara meraih keberkahan dan pahala dengan cara berbagi takjil untuk berbuka puasa yang sering dijumpai di masjid, jalan-jalan dan lainnya. Semangat berbagi ini memiliki makna secara agama maupun sosial.

Spirit berbagi ini tidak lepas dari dorongan agama yang menganjurkan penganutnya untuk berbagi keberkahan dengan sesama. Berbagi merupakan salah satu bentuk kosolehan sosial yang berdampak bagi masyarakat.

“Agama menggerakkan orang untuk beribadah sekaligus berbuat baik yang nyata dirasakan masyarakat. Ini penting bagi masyarakat yang banyak mengalami kesenjangan,” ucap sosiolog Universitas Negeri Surabaya (Unesa), M. Jacky.

Dosen Prodi S-1 Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) itu menerangkan, fenomena berbagi merupakan bentuk kepekaan dan solidaritas sosial. Setidaknya, ada beberapa manfaat berbagi takjil dari perspektif sosial sebagai berikut:

1. Meningkatkan Rasa Kepedulian dan Empati

Berbagi takjil merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan, seperti pekerja harian, musafir, atau masyarakat kurang mampu.

Aksi sosial ini dapat menumbuhkan empati dengan merasakan dan memahami kondisi orang lain yang mungkin kesulitan mendapatkan makanan berbuka.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya