home global news

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Soroti Potensi Budaya dan Warisan Bawah Air di Kepulauan Riau

Senin, 10 Maret 2025 - 19:52 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Soroti Potensi Budaya dan Warisan Bawah Air di Kepulauan Riau
LANGIT7.ID-Jakarta;Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pentingnya pelestarian dan pemanfaatan warisan budaya, termasuk cagar budaya bawah air. Dalam pidatonya, Fadli Zon menyoroti kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa, terutama di Kepulauan Riau, yang menjadi tempat lahirnya Bahasa Indonesia dan Melayu.

“Pulau Penyengat adalah pusat gravitasi budaya Melayu dan Bahasa Indonesia. Di sinilah Raja Ali Haji, pahlawan nasional kita, melahirkan karya-karya monumental yang menjadi fondasi bahasa persatuan kita,” ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam kunjungan kerjanya ke Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (10/3/2025).

Fadli Zon mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Pulau Penyengat, yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional, merupakan langkah penting untuk memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian warisan budaya di wilayah tersebut.

“Pulau Penyengat menyimpan banyak naskah kuno, masjid bersejarah, dan peninggalan Kesultanan Riau Lingga yang perlu kita jaga dan kembangkan,” tambahnya.

Selain itu, Fadli Zon juga menyinggung potensi besar Kepulauan Riau dalam hal cagar budaya bawah air. Menurut catatan, sekitar 50-60% benda muatan kapal tenggelam di Indonesia berada di perairan Kepulauan Riau. “Ini adalah potensi besar yang harus kita kelola bersama, tidak hanya untuk pelestarian tetapi juga untuk mendukung ekonomi budaya dan industri kreatif,” jelasnya.

Fadli Zon menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian untuk mengoptimalkan pemanfaatan warisan budaya bawah air. “Kita perlu memikirkan bagaimana benda-benda bersejarah ini bisa diselamatkan sekaligus dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi, seperti pariwisata budaya dan industri kreatif,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perlunya peningkatan jumlah cagar budaya yang terdaftar. Saat ini, Indonesia memiliki 228 cagar budaya, sementara warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) mencapai 2.213. “Di Kepulauan Riau, baru dua cagar budaya yang terdaftar. Padahal, potensinya sangat besar,” ungkapnya. Dalam pidatonya, Fadli Zon juga mengapresiasi peran Bahasa Indonesia sebagai pemersatu bangsa. “Bahasa Indonesia adalah salah satu mukjizat kita sebagai bangsa yang beragam. Tanpa bahasa ini, sulit membayangkan bagaimana kita bisa bersatu,” katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya