home masjid

Kolom Ngabuburit Senja: Pendamai Konflik, Pembangun Masyarakat Baru

Kamis, 13 Maret 2025 - 17:25 WIB
Kolom Ngabuburit Senja: Pendamai Konflik, Pembangun Masyarakat Baru
LANGIT7.ID-Madinah pra-Islam adalah sebuah potret pertarungan ruang kekuasaan yang sengit. Masyarakatnya terbelah (devided society). Secara geo-demografi, penduduknya terkonsentrasi berdasarkan etnik, sehingga bersifat homogen. Implikasinya, secara politik, penduduknya pun terpolarisasi.

Komposisi penduduk Madinah – kala itu bernama Yatsrib, diduga nama pendiri dari bangsa Amaliq – terdiri dari bangsa Arab, terutama klan Aus dan Khazraj; lalu bangsa Yahudi, seperti klan Qainuha, Nadhir, Quraidzah. Konstelasi relasi antara kelompok-kelompok masyarakat itu terjadi kontestasi dan konflik yang sangat akut. Situasi sosial-politiknya sangat kontradiktif dengan Madinah sebagai oase yang subur.

Kabilah/klan Aus dan Khazraj, adalah imigran dari Yaman yang menetap di Madinah, pasca jebolnya bendungan Ma’rib sekitar abad ke-6. Bendungan itu merupakan peninggalan negeri Saba nan makmur yang diabadikan dalam Al-Quran.

Aus dan Khazraj masuk dalam kategori bangsa Arab Al-Aribah, yang leluhurnya berasal dari jalur Bani Qahtan. Adapun orang-orang Yahudi sudah mendiami Madinah pada awal-awal abad Masehi. Mereka melarikan diri dari negeri Syam (Yerusalem) dikejar orang-orang Romawi penganut Kristen.

Di Madinah pun mereka terus terancam, karena Romawi terus memburu. Orang-orang Kristen itu lalu membangun aliansi dengan Aus dan Khazraj. Dengan aliansi besar itu, dalam strata sosial, Aus dan Khazraj pun diperhitungkan. Selama ini mereka sering diejek karena penyembah berhala (pagan) oleh Yahudi.

Yahudi yang merasa sebagai “kelas umat pilihan” justru termarginalkan, seteah ada aliansi tersebut. Sebuah situasi yang menjadi pukulan telak bagi Yahudi. Mulailah Yahudi menyusun strategi. Mereka menyadari tidak mungkin sendirian menghadapi aliansi Romawi/Kristen-Aus-Khazraj. Membangun sekutu dengan kekuatan lain, juga tidak memungkinkan. Maka, mereka mulai bersiasat. Trik mereka adalah memecah kekuatan aliansi tersebut. Mulailah provokasi dan agitasi: mengadu domba Aus dan Khazraj.

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya