home masjid

Kisah Abu Yazid al Busthami: Bakti kepada Allah dan Orang Tua

Jum'at, 14 Maret 2025 - 17:15 WIB
Beliau adalah salah seorang Sultan Aulia, yang merupakan salah satu Syaikh yang ada di silsilah dalam thariqah Sadziliyah. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Abu Yazid Thoifur bin Isa bin Surusyan al-Busthamilahir di Bustham yang terletak di bagian timur Laut Persia. Meninggal di Bustham pada tahun 261 H/874 M. Beliau adalah salah seorang Sulton Aulia, yang merupakan salah satu Syaikh yang ada di silsilah dalam thoriqoh Sadziliyah, Thoriqoh Suhrowardiyah dan beberapa thoriqoh lain.

Akan tetapi beliau sendiri menyebutkan di dalam kitab karangan tokoh di negeri Irbil sbb: "...bahwa mulai Abu Bakar Shiddiq sampai ke aku adalah golongan Shiddiqiah."

Kakek Abu Yazid al Busthami adalah seorang penganut agama Zoroaster. Ayahnya salah satu di antara orang-orang terkemuka di Bustham. Kehidupan Abu Yazid yang luar biasa bermula sejak ia masih berada dalam kandungan. "Setiap kali aku menyuap makanan yang kuragukan kehalalannya" ibunya sering berkata pada Abu Yazid, "engkau yang masih berada di dalam rahimku memberontak dan tidak mau berhenti sebelum makanan itu kumuntahkan kembali".

Pernyataan itu dibenarkan oleh Abu Yazid sendiri. Setelah sampai waktunya, si ibu mengirimkan Abu Yazid ke sekolah. Abu Yazid mempelajari Al Qur'an.

Pada suatu hari gurunya menerangkan arti satu ayat dari surat Lukman yang berbunyi, "Berterimakasihlah kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu".

Baca juga: Kisah Sufi: Air Surga dari Badui Miskin untuk Khalifah Harun al-Rasyid

Ayat ini sangat menggetarkan hati Abu Yazid. Abu Yazid meletakkan batu tulisnya dan berkata kepada gurunya, "Izinkanlah aku untuk pulang. Ada yang hendak kukatakan pada ibuku".
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya