home masjid

Sejarah Salat Tarawih: Di Masa Rasulullah SAW Tidak Dikenal

Sabtu, 15 Maret 2025 - 17:56 WIB
Istilah tarawih dalam salat tarawih tidak dikenal di masa Rasulullah SAW. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Istilah tarawih dalam salat tarawih tidak dikenal di masa Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW menyebutnya bukan dengan istilah tarawih, tapi dengan nama qiyam Ramadan, yakni penghidupan atas malam Ramadan. Maksudnya ibadah guna menghidupkan malam-malam Ramadan.

Ahmad Zarkasih Lc, penulis buku "Sejarah Tarawih" menjelaskan kata tarawih adalah bentuk plural (jamak) dari single tarwiih. Dan Tarwiih adalah bentuk mashdar (kata sifat/hasil kerja) dari kata kerja Rawwaha – Yurawwihu.

Dewan pengajar di Pesantren Mahasiswa Ihya’ Qalbun Salim di Lebak Bulus Jakarta ini menjelaskan munculnya nama tarawih untuk menyebut salat sunah malam Ramadan ini bisa jadi ada beberapa kemungkinan.

Salah satunya adalah apa yang terjadi di masa Khalifah Umar bin Khattab. Yakni dari riwayat Imam al-Marwadzi dalam kitabnya Kitab Qiyam Ramadhan.

"Dari al-Hasan rahimahullah. Umar ra memerintahkan Ubai untuk menjadi imam pada qiyam Ramadhan, dan mereka tidur di seperempat pertama malam. Lalu mengerjakan salat di 2/4 malam setelahnya. Dan selesai di ¼ malam terakhir, mereka pun pulang dan sahur.

Baca juga: Di Zaman Umar bin Khattab Salat Tarawih Sampai Subuh: Yang Dibaca Surat al-Anfal sampai Al-Sajadah

Mereka membaca 5 sampai 6 ayat pada setiap rakaat. Dan salat dengan 18 rakaat yang salam setiap 2 rakaat, dan memberikan mereka istirahat sekadar berwudhu dan menunaikan hajat mereka."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya