Waspada, Minuman Slushie Picu Sindrom Toksik pada Anak
Fajar adhitya
Ahad, 16 Maret 2025 - 04:50 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Minuman slushie warna-warni yang menjadi favorit anak-anak dan orang dewasa kini tengah diteliti karena dapat memicu sindrom toksik.
Sindrom tersebut menyebabkan gejala seperti kehilangan kesadaran dan penurunan kadar gula darah secara tiba-tiba, terutama pada anak di bawah usia 8 tahun.
Sebagaimana dikutip dari Medical Daily, para peneliti di University College Dublin melakukan evaluasi pada 21 kasus anak-anak yang jatuh sakit parah setelah mengonsumsi salah satu minuman es slush yang mengandung gliserol menetapkan bahwa mereka semua mengalami sindrom keracunan gliserol.
Gliserol adalah alkohol alami yang banyak digunakan sebagai pelarut, bahan pemanis, dan dalam produksi obat-obatan. Dalam slushie, gliserol membantu mempertahankan tekstur semi-cairnya dengan menurunkan titik beku air.
Peneliti memeriksa catatan medis dari kasus-kasus yang dirawat di unit gawat darurat setelah mengonsumsi minuman tersebut antara tahun 2018 dan 2024 di seluruh Inggris dan Irlandia. Pasiennya adalah anak-anak berusia antara dua dan tujuh tahun.
Sebagian besar kasus menunjukkan tanda-tanda termasuk kehilangan kesadaran dalam waktu satu jam setelah minum slushie. Empat pasien memerlukan pemindaian otak dan satu mengalami kejang.
Mereka juga menunjukkan gejala seperti hipoglikemia (penurunan gula darah), asidosis laktat (penumpukan laktat yang menyebabkan pH asam), dan hipokalemia (kalium rendah). Semua pasien pulih setelah perawatan dan disarankan untuk tidak minum slushie.
Sindrom tersebut menyebabkan gejala seperti kehilangan kesadaran dan penurunan kadar gula darah secara tiba-tiba, terutama pada anak di bawah usia 8 tahun.
Sebagaimana dikutip dari Medical Daily, para peneliti di University College Dublin melakukan evaluasi pada 21 kasus anak-anak yang jatuh sakit parah setelah mengonsumsi salah satu minuman es slush yang mengandung gliserol menetapkan bahwa mereka semua mengalami sindrom keracunan gliserol.
Gliserol adalah alkohol alami yang banyak digunakan sebagai pelarut, bahan pemanis, dan dalam produksi obat-obatan. Dalam slushie, gliserol membantu mempertahankan tekstur semi-cairnya dengan menurunkan titik beku air.
Peneliti memeriksa catatan medis dari kasus-kasus yang dirawat di unit gawat darurat setelah mengonsumsi minuman tersebut antara tahun 2018 dan 2024 di seluruh Inggris dan Irlandia. Pasiennya adalah anak-anak berusia antara dua dan tujuh tahun.
Sebagian besar kasus menunjukkan tanda-tanda termasuk kehilangan kesadaran dalam waktu satu jam setelah minum slushie. Empat pasien memerlukan pemindaian otak dan satu mengalami kejang.
Mereka juga menunjukkan gejala seperti hipoglikemia (penurunan gula darah), asidosis laktat (penumpukan laktat yang menyebabkan pH asam), dan hipokalemia (kalium rendah). Semua pasien pulih setelah perawatan dan disarankan untuk tidak minum slushie.