Tinggalkan Dunia Hitam, Hercules Bangun Masjid dalam Hening
Fajar adhitya
Ahad, 26 September 2021 - 13:00 WIB
Hercules mantan preman Tanah Abang melalui tangkapan layar di media sosial Ipang Wahid. Foto:LANGIT7/NU Online
Di akhir 90an siapa yang tak kenal dengan preman Tanah Abang, Hercules. Namanya sempat menghilang karena menjalani hukuman terkait kasus penyerobotan lahan.
Siapa sangka, pria bernama lengkap Hercules Rosario Marshal ini mulai menata hidup dengan meninggalkan kehidupan kelamnya sebagai preman. Saat ini Hercules disibukkan dengan bisnis dan membesarkan ormas yang dibentuknya, Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIP), yang banyak bergerak di bidang sosial.
Irfan Asy'ari Sudirman Wahid atau Ipang Wahid, memberi kesaksian perubahan yang terjadi pada Hercules melalui media sosialnya @ipangwahid.
Ipang juga mengaku kagum dengan cara hidup Hercules saat ini yang banyak terlibat dalam kegiatan sosial seperti membangun masjid dan membantu pedagang kecil.
“Banyak yang tidak terbayangkan. Inilah yang menginspirasi saya. Membangun banyak masjid tanpa koar-koar. Memberi makan fakir miskin tanpa pemberitaan. Apalagi mimpinya membantu para pedagang kecil dan UMKM. Jadi makin tambah malu saja saya,” imbuh Ipang.
Baca Juga : Sosok Ustadz Jazir di Balik Masjid Jogokariyan Yogyakarta
Diketahui Hercules dan kelompoknya sudah malang melintang di kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat sejak 1980-an. Sebelumnya, ia datang ke Jakarta dari Timor Timor untuk berobat. Namun, karena tidak betah, ia memilih hidup di Tanah Abang.
Siapa sangka, pria bernama lengkap Hercules Rosario Marshal ini mulai menata hidup dengan meninggalkan kehidupan kelamnya sebagai preman. Saat ini Hercules disibukkan dengan bisnis dan membesarkan ormas yang dibentuknya, Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIP), yang banyak bergerak di bidang sosial.
Irfan Asy'ari Sudirman Wahid atau Ipang Wahid, memberi kesaksian perubahan yang terjadi pada Hercules melalui media sosialnya @ipangwahid.
Ipang juga mengaku kagum dengan cara hidup Hercules saat ini yang banyak terlibat dalam kegiatan sosial seperti membangun masjid dan membantu pedagang kecil.
“Banyak yang tidak terbayangkan. Inilah yang menginspirasi saya. Membangun banyak masjid tanpa koar-koar. Memberi makan fakir miskin tanpa pemberitaan. Apalagi mimpinya membantu para pedagang kecil dan UMKM. Jadi makin tambah malu saja saya,” imbuh Ipang.
Baca Juga : Sosok Ustadz Jazir di Balik Masjid Jogokariyan Yogyakarta
Diketahui Hercules dan kelompoknya sudah malang melintang di kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat sejak 1980-an. Sebelumnya, ia datang ke Jakarta dari Timor Timor untuk berobat. Namun, karena tidak betah, ia memilih hidup di Tanah Abang.