LANGIT7.ID, Yogyakarta - Kesuksesan Masjid Jogokariyan menjadi masjid yang makmur sekaligus memakmurkan ummat tak lepas dari peran Muhammad Jazir Asp. Dia menerapkan nilai-nilai di zaman Rasulullah, sehingga wajah rumah ibadah tersebut sangat ramah bagi warga kampung sekitar.
Jazir lahir di Yogyakarta pada 28 Oktober 1962. Ayahnya merupakan Imam pertama Masjid Jogokariyan. Hal inilah yang membuat Jazir akrab dengan aktivitas kemasjidan sejak duduk di bangku kelas lima sekolah dasar.
Pada usianya yang 10 tahun, Jazir bahkan telah dipercaya mengemban amanah sebagai ketua pengajian anak-anak di langgar kecil sebuah Kampung Pinggiran Selatan Yogyakarta itu.
Baca Juga: Profil Singkat Masjid Jogokariyan dan Sosok Ustadz Jazir di Balik LayarEmpat tahun setelah merasa cukup berpengalaman memimpin kerohanian anak-anak muda, Jazir memberanikan diri maju sebagai ketua remaja masjid. Dari sinilah kelihaian Jazir dalam mengelola masjid mulai meningkat.
Pada era 90-an, suksesi kepala takmir masjid selalu berjalan secara aklamasi atau diteruskan oleh wakilnya. Termasuk Jazir yang didorong menjadi kepala takmir Masjid Jogokariyan menggantikan ketua takmir yang ketiga.
Namun, saat itu Jazir menolak dan tidak mau dipilih secara aklamasi. Ia menyarankan agar masjid menggelar pemilihan umum ketua takmir masjid secara terbuka dan dipilih langsung oleh jamaah.
Pada 1999 masjid melakukan saran tersebut dan Jazir lah yang ternyata terpilih. Itulah kali pertama kepemimpinan masjid diselenggarakan seacara demokrasi, mandatnya langsung dari jamaah.
Salah satu peristiwa yang menginspirasi Jazir mengembangkan manajemen masjid modern ialah saat melakukan kunjungan ke Malaysia. Ia memang sering bolak-balik Indonesia-Malaysia dalam agenda pendidikan Al-Quran.
Di sanalah Jazir melihat bagaimana imam masjid benar-benar menjadi figur ummat. Perannya tidak hanya berlangsung saat shalat, tapi ia juga menjadi rujukan bagi jamaah dan warga lingkungan mengenai permasalahan sosial. Konsep itulah yang kemudian ia bawa ke Indonesia dan diterapkan di Jogokariyan.
Jadi pengurus masjid bukan hanya melakukan kegiatan ibadah, tapi jadi pengayom masyarakat, menjamin jamaah bisa makan, menjamin putra putri jamaah tak putus sekolah, hingga kebutuhan sosial ekonominya, bahkan kalau bisa masjid yang mencukupi.
Biodata Ustadz JazirNama: Muhammad Jazir ASP
Tempat tanggal lahir: Yogyakarta 28 Oktober 1962
Pendidikan:
- Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta
- Fakuktas Hukum UII Yogyakarta
Aktivitas:
- Tim Ahli Pusat Studi Pancasila Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
- Wakil Ketua Pengarah AYODYA ( Komunitas Ke-Istimewaan DIY )
- Ketua Dewan Syura Masjid Jogokariyan, Yogyakarta
- Presiden Direktur BKPAKSI ( Badan Koordinasi Pendidikan Al-Qur’an dan Keluarga Sakinah Indonesia )
- Komisi Dakwah MUI – DIY
- Pemerhati Sejarah dan Budaya
- Konsultan Bisnis Kuliner
Istri: DR Ir Sri Aminiyuni Astuti MT
Anak:
- Shofwan Albanna Choiruzzad
- Difla Yustisia Qur'ani
- Salma Intifada
- Haidar Muhammad Tilmisani
(bal)