Kolom Ngabuburit Senja: Kuasai Indonesia, Taklukkanlah Islam
Tim langit 7
Rabu, 19 Maret 2025 - 17:36 WIB
Kolom Ngabuburit Senja: Kuasai Indonesia, Taklukkanlah Islam
LANGIT7.ID-Di Masjid Kobe, saya tertegun melihat sebuah foto lama berbingkai tergantung di dinding. Foto hitam-putih bergambar Masjid Kobe, satu-satunya bangunan yang berdiri kokoh di antara reruntuhan kota. Masjid Kobe merupakan sedikit bangunan yang selamat dari pengeboman Amerika Serikat selama Perang Dunia II (1942-1945). Masjid Kobe tetap tegak berdiri, tanpa kerusakan struktural. Bahkan menjadi tempat perlindungan penduduk setempat ketika kota dihujani bom dari pesawat. Itulah mukjizat.
Bukan hanya itu, Masjid Kobe juga dapat bertahan dari gempa besar Hanshin tahun 1995, yang merenggut nyawa hingga 6.434 orang. Sebelumnya ketika banjir besar melanda Kobe tahun 1938, masjid juga tetap utuh. Karena kekokohannya itu tak heran dijuluki “masjid ajaib”. Dipercaya konstruksi dan fondasi beton bertulangnya yang memungkinkan bangunan masjid dapat bertahan dari gempuran perang maupun bencana alam.
Baca juga: Kolom Ngabuburit Senja: Taat Ibadah Ritual, Abai Ibadah Sosial
Rasa heran dan kagum ketika mengelilingi areal masjid. Gaya arsitekturnya adalah kombinasi pengaruh tradisi Indo-Islam dan Asia-Turki. Perancangnya adalah arsitek asal Ceko, Jan Josef Svagr (1885–1969), yang tentu saja juga memadukan dengan unsur-unsur Jepang. Dengan pola geometris yang cukup rumit. Bangunan dengan menara tinggi itu punya tiga lantai dan satu lantai basement. Kubahnya besar, dengan struktur kayu dan atap tembaga, dengan perpaduan warna gelap dan hijau muda, menjadi makin mencolok. Jendela dengan kaca patri berwarna kuning tampak makin elegan.
Berada di dalam masjid, terasa tenang dan damai sembari memandangi interiornya yang cantik. Dengan desain eksterior yang unik membuat keberadaannya cukup mencolok di tengah-tengah kawasan wisata terpopuler dan pusat orang asing di jantung Kitano-Cho, Kobe, Prefektur Hyogo. Saya berhenti sejenak, berteduh di dalam masjid yang adem. Apalagi karpetnya lembut bikin asyik duduk saat menanti tibanya waktu salat ashar.
Bukan hanya itu, Masjid Kobe juga dapat bertahan dari gempa besar Hanshin tahun 1995, yang merenggut nyawa hingga 6.434 orang. Sebelumnya ketika banjir besar melanda Kobe tahun 1938, masjid juga tetap utuh. Karena kekokohannya itu tak heran dijuluki “masjid ajaib”. Dipercaya konstruksi dan fondasi beton bertulangnya yang memungkinkan bangunan masjid dapat bertahan dari gempuran perang maupun bencana alam.
Baca juga: Kolom Ngabuburit Senja: Taat Ibadah Ritual, Abai Ibadah Sosial
Rasa heran dan kagum ketika mengelilingi areal masjid. Gaya arsitekturnya adalah kombinasi pengaruh tradisi Indo-Islam dan Asia-Turki. Perancangnya adalah arsitek asal Ceko, Jan Josef Svagr (1885–1969), yang tentu saja juga memadukan dengan unsur-unsur Jepang. Dengan pola geometris yang cukup rumit. Bangunan dengan menara tinggi itu punya tiga lantai dan satu lantai basement. Kubahnya besar, dengan struktur kayu dan atap tembaga, dengan perpaduan warna gelap dan hijau muda, menjadi makin mencolok. Jendela dengan kaca patri berwarna kuning tampak makin elegan.
Berada di dalam masjid, terasa tenang dan damai sembari memandangi interiornya yang cantik. Dengan desain eksterior yang unik membuat keberadaannya cukup mencolok di tengah-tengah kawasan wisata terpopuler dan pusat orang asing di jantung Kitano-Cho, Kobe, Prefektur Hyogo. Saya berhenti sejenak, berteduh di dalam masjid yang adem. Apalagi karpetnya lembut bikin asyik duduk saat menanti tibanya waktu salat ashar.