Ini Dampaknya Sering Makan Gorengan saat Buka Puasa
Fajar adhitya
Rabu, 19 Maret 2025 - 21:22 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Gorengan merupakan salah satu menu favorit yang kerap disajikan di meja makan saat berbuka puasa. Namun, banyak anggapan bahwa makanan ini tidak sehat dan sebaiknya dihindari saat berbuka.
Lantas, apakah benar mengonsumsi gorengan saat berbuka dapat berdampak buruk bagi kesehatan?
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, menjelaskan bahwa mengonsumsi gorengan saat berbuka sebenarnya boleh saja, tetapi dengan beberapa catatan. Salah satunya adalah memperhatikan porsi dan waktu yang tepat untuk mengonsumsinya.
“Gorengan tetap harus dikonsumsi dengan hati-hati, tidak langsung saat berbuka karena tenggorokan masih butuh hidrasi. Sebaiknya setelah berbuka minum yang manis terlebih dahulu," ujarnya.
Gorengan dibuat dengan metode menggoreng dalam minyak banyak yang meningkatkan jumlah kalori dalam makanan. Terlebih lagi, penggunaan tepung dalam gorengan menambah kadar lemak trans yang berbahaya bagi tubuh.
Asupan kalori berlebih akibat konsumsi gorengan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan kolesterol tinggi. Selain itu, gorengan yang dikonsumsi dalam jumlah banyak juga dapat berkontribusi pada meningkatnya risiko penyakit jantung.
Meskipun gorengan dapat dikonsumsi saat berbuka puasa, tetap disarankan untuk tidak berlebihan. Cukup makan satu potong gorengan favorit sebagai pelengkap berbuka. Sebagai alternatif yang lebih sehat, gorengan bisa dibuat sendiri di rumah dengan menggunakan minyak sekali pakai yang rendah lemak trans.
Lantas, apakah benar mengonsumsi gorengan saat berbuka dapat berdampak buruk bagi kesehatan?
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, menjelaskan bahwa mengonsumsi gorengan saat berbuka sebenarnya boleh saja, tetapi dengan beberapa catatan. Salah satunya adalah memperhatikan porsi dan waktu yang tepat untuk mengonsumsinya.
“Gorengan tetap harus dikonsumsi dengan hati-hati, tidak langsung saat berbuka karena tenggorokan masih butuh hidrasi. Sebaiknya setelah berbuka minum yang manis terlebih dahulu," ujarnya.
Gorengan dibuat dengan metode menggoreng dalam minyak banyak yang meningkatkan jumlah kalori dalam makanan. Terlebih lagi, penggunaan tepung dalam gorengan menambah kadar lemak trans yang berbahaya bagi tubuh.
Asupan kalori berlebih akibat konsumsi gorengan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan kolesterol tinggi. Selain itu, gorengan yang dikonsumsi dalam jumlah banyak juga dapat berkontribusi pada meningkatnya risiko penyakit jantung.
Meskipun gorengan dapat dikonsumsi saat berbuka puasa, tetap disarankan untuk tidak berlebihan. Cukup makan satu potong gorengan favorit sebagai pelengkap berbuka. Sebagai alternatif yang lebih sehat, gorengan bisa dibuat sendiri di rumah dengan menggunakan minyak sekali pakai yang rendah lemak trans.