Investasi Miliaran Belum Membuahkan Hasil, Timnas Indonesia Tetap Jadi Bulan-bulanan Tim Asia
Nabil
Kamis, 20 Maret 2025 - 18:29 WIB
Timnas Indonesia takluk dari Australia dengan skor 5-1. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID-Sydney;Kekalahan telak 5-1 dari Australia dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 kembali memperlihatkan betapa jauhnya jarak kualitas Timnas Indonesia dengan negara-negara top Asia. Meskipun sudah banyak upaya yang dilakukan PSSI untuk pengembangan tim nasional, hasilnya masih jauh dari memuaskan.
Patrick Kluivert, pelatih berlisensi top Eropa dengan reputasi internasional, belum mampu mengangkat performa Timnas. Kehadiran pelatih berpengalaman ini yang sempat jadi kebanggaan, kini mulai dipertanyakan setelah tim asuhannnya dibantai habis-habisan di Sydney.
Baca juga: Mohon Maaf, Indonesia Masih Belum Sanggup Hadapi Australia
Naturalisasi pemain-pemain asing juga belum memberikan hasil signifikan. Meski Romeny berhasil mencetak satu gol pada debutnya, kehadiran pemain naturalisasi lainnya justru tidak memberikan dampak berarti. Diks yang diandalkan bahkan gagal mengeksekusi penalti di awal pertandingan.
Indonesia tetap kesulitan bersaing di level Asia, apalagi untuk mimpi lolos ke Piala Dunia. Tim Garuda masih menelan kekalahan telak dengan pola yang sama – pertahanan yang rapuh dan serangan yang tumpul. Gol pembuka Australia dari Martin Boyle pada menit awal menunjukkan betapa mudahnya pertahanan Indonesia dibobol.
Baca juga:Kekacauan Lini Pertahanan dan Tengah Jadi Biang Keladi Kebobolan Timnas Indonesia
Baca juga:Mimpi Buruk di Sydney: Timnas Indonesia Tertinggal 0-3 dari Australia di Babak Pertama
Patrick Kluivert, pelatih berlisensi top Eropa dengan reputasi internasional, belum mampu mengangkat performa Timnas. Kehadiran pelatih berpengalaman ini yang sempat jadi kebanggaan, kini mulai dipertanyakan setelah tim asuhannnya dibantai habis-habisan di Sydney.
Baca juga: Mohon Maaf, Indonesia Masih Belum Sanggup Hadapi Australia
Naturalisasi pemain-pemain asing juga belum memberikan hasil signifikan. Meski Romeny berhasil mencetak satu gol pada debutnya, kehadiran pemain naturalisasi lainnya justru tidak memberikan dampak berarti. Diks yang diandalkan bahkan gagal mengeksekusi penalti di awal pertandingan.
Indonesia tetap kesulitan bersaing di level Asia, apalagi untuk mimpi lolos ke Piala Dunia. Tim Garuda masih menelan kekalahan telak dengan pola yang sama – pertahanan yang rapuh dan serangan yang tumpul. Gol pembuka Australia dari Martin Boyle pada menit awal menunjukkan betapa mudahnya pertahanan Indonesia dibobol.
Baca juga:Kekacauan Lini Pertahanan dan Tengah Jadi Biang Keladi Kebobolan Timnas Indonesia
Baca juga:Mimpi Buruk di Sydney: Timnas Indonesia Tertinggal 0-3 dari Australia di Babak Pertama