home masjid

Kisah Nabi Nuh: Ketika Bahteranya Terdampar di Bukit Judi pada Bulan Asyura

Jum'at, 21 Maret 2025 - 04:00 WIB
Nabi Nuh as ingin memastikan apakah air masih menggenangi bumi atau tidak. Maka, dia utus burung gagak untuk mencari tahu tentang keadaan bumi. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Al-Kisa’i mengatakan, para ulama berselisih pendapat tentang lamanya waktu diamnya air di atas bumi. Di antara mereka ada yang berpendapat bahwa diamnya air di atas permukaan bumi selama 6 bulan. Ada juga yang mengatakan 150 hari.

وَقِيلَ يَٰٓأَرْضُ ٱبْلَعِى مَآءَكِ وَيَٰسَمَآءُ أَقْلِعِى وَغِيضَ ٱلْمَآءُ وَقُضِىَ ٱلْأَمْرُ وَٱسْتَوَتْ عَلَى ٱلْجُودِىِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim". (QS Huud : 44)

Menurut sebuah riwayat, Judi adalah sebuah gunung yang dekat dengan Maushil (sebuah kota di Irak yang suka disebut Hadaba). Bahtera Nuh mendarat di sana.

Ats-Tsa’labi mengatakan bahwa bahtera Nabi Nuh mendarat di atas bukit Judi pada hari Asyura, hari ke-10 bulan Muharam. Pada hari itu, Nabi Nuh as berpuasa dalam rangka bersyukur kepada Allah. Dia memerintahkan orang-orang yang ikut bersamanya untuk berpuasa pada hari itu sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat tersebut.

Sejarawan Mesir yang paling penting pada zamannya, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas (1448-1522) dalam buku yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” meriwayatkan bahwa semua burung, binatang liar, dan hewan-hewan melata pada hari itu berpuasa.

Baca juga: Kisah Nabi Nuh: Gambaran Dahsyatnya Banjir dan Nasib Bait al-Ma’mur
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya