home masjid

I'tikaf Harus di Masjid: Apa Saja Amalan yang Perlu Dilakukan Agar Dapat Lailatul Qadar?

Ahad, 23 Maret 2025 - 03:00 WIB
Itikaf seseorang akan batal jika ia keluar dari tempat itikafnya tanpa ada kebutuhan yang mendesak dan juga jika ia melakukan hubungan badan. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID--Melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan merupakan sunnah yang dianjurkan, dengan maksud untuk memperoleh kebaikan dan mencari Lailatul qadar. Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِلَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍتَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” [QS Al-Qadr/97 : 1-5]

Diriwayatkan dari Aisyah ra, ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, dan beliau bersabda:

تَحَرُّوْا لَيْلةَ الْقَدَرِ فِي الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadr pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.”[Shahih: [Mukhtashar Shahiih al-Bukhari (no. 987)], Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (IV/259, no. 2020), Sunan at-Tirmidzi (II/144, no. 789)]

Baca juga: Lailatul Qadar: Mengandung Keutamaan yang Agung dan Kebaikan yang Banyak
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya