Indonesia Butuh 3.000 Dokter dan 20.000 Perawat Atasi Lonjakan Covid-19
Ilham anugrah
Senin, 12 Juli 2021 - 23:55 WIB
Ilustrasi tenaga medis. Foto: Antara
Pemerintah menyiapkan mahasiwa tahap akhir dan lulusan terbaru kedokteran serta keperawatan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan dalam negeri. Langkah demikian diambil guna merespons melonjaknya kasus Covid-19 serta banyaknya tenaga kesehatan yang wafat dalam tugas penanganan wabah virus asal Kota Wuhan, China.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini pemerintah membutuhkan sekitar 20.000 perawat dan 3.000 dokter. Budi menambahkan, peningkatan kebutuhantersbeut juga terjadi lantaran adanya penambahan tempat tidur dan rumah sakit darurat.
"Kami sudah mengidentifikasi ada kebutuhan antara 16.000-20.000 perawat,"kata Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (12/7/2021).
Budi mengaku menyiapkan mahasiswa tahap akhir dan yang baru saja lulus kuliah untuk memenuhi kebutuhan perawat. Sementara untuk tenaga dokter, pemerintah mengaku telah menyiapkan 3.900 mahasiswa kedokteran yang pada tahun ini menyelesaikan program magang untuk segera ikut terlibat membantu.
"Atas instruksi Bapak Presiden Joko Widodo nanti kami akan bicara dengan Bapak Menteri Pendidikan bagaimana bisa menggerakkan perawat-perawat ini lebih cepat masuk ke praktik," ungkapnya.
Menteri Kesehatan pun memastikan pemerintah akan terus memperhatikan kesehatan para tenaga kesehatan, perawat, dokter, hingga bidan dalam penanganan pandemi Covid-19. Untuk itu, pemerintah akan segera menambah perlindungan bagi tenaga kesehatan dengan melakukan vaksinasi dosis ketiga menggunakan vaksin Moderna.
"Rencananya akan sesegera mungkin sesudah kami merampungkan diskusi dengan asosiasi dokter, perawat, bidan untuk melakukan vaksinasi ketiga dengan Moderna," ucapnya.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini pemerintah membutuhkan sekitar 20.000 perawat dan 3.000 dokter. Budi menambahkan, peningkatan kebutuhantersbeut juga terjadi lantaran adanya penambahan tempat tidur dan rumah sakit darurat.
"Kami sudah mengidentifikasi ada kebutuhan antara 16.000-20.000 perawat,"kata Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (12/7/2021).
Budi mengaku menyiapkan mahasiswa tahap akhir dan yang baru saja lulus kuliah untuk memenuhi kebutuhan perawat. Sementara untuk tenaga dokter, pemerintah mengaku telah menyiapkan 3.900 mahasiswa kedokteran yang pada tahun ini menyelesaikan program magang untuk segera ikut terlibat membantu.
"Atas instruksi Bapak Presiden Joko Widodo nanti kami akan bicara dengan Bapak Menteri Pendidikan bagaimana bisa menggerakkan perawat-perawat ini lebih cepat masuk ke praktik," ungkapnya.
Menteri Kesehatan pun memastikan pemerintah akan terus memperhatikan kesehatan para tenaga kesehatan, perawat, dokter, hingga bidan dalam penanganan pandemi Covid-19. Untuk itu, pemerintah akan segera menambah perlindungan bagi tenaga kesehatan dengan melakukan vaksinasi dosis ketiga menggunakan vaksin Moderna.
"Rencananya akan sesegera mungkin sesudah kami merampungkan diskusi dengan asosiasi dokter, perawat, bidan untuk melakukan vaksinasi ketiga dengan Moderna," ucapnya.