home masjid

Mukmin Sejati Tidak Hanya Menjadi Hamba Allah di Bulan Ramadan

Sabtu, 29 Maret 2025 - 05:00 WIB
Ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan hendaknya dilanjut di bulan-bulan setelahnya. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID--Ramadan adalah bulan penuh keberkahan, di mana umat Islam meningkatkan kualitas ibadah mereka, mendekatkan diri kepada Allah dengan lebih banyak salat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan berbagai amal kebaikan lainnya. Namun, tantangan sebenarnya datang setelah Ramadan berakhir—bagaimana menjaga semangat ibadah agar tidak luntur seiring berlalunya bulan suci?

Allah memerintahkan agar ibadah dilakukan secara konsisten dan tidak hanya bergantung pada momen tertentu. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ

Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (ajal).” (QS. Al-Hijr: 99)

Ayat ini menegaskan bahwa ibadah tidak berhenti hanya pada bulan Ramadan, tetapi harus terus dilakukan hingga akhir hayat. Seorang mukmin sejati tidak hanya menjadi hamba Allah di bulan Ramadan, tetapi di sepanjang hidupnya.

Baca juga: Abu Yazid dan Seorang Muridnya: Penyakit Ujub dan Takabur Orang yang Sering Beribadah

Salah satu prinsip utama dalam Islam adalah istiqamah atau konsistensi dalam beribadah. Rasulullah ﷺ bersabda:
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya