Warga NU di Jerman Resmikan Islamic Center di Düsseldorf
Tim langit 7
Sabtu, 29 Maret 2025 - 05:20 WIB
Warga NU di Jerman Resmikan Islamic Center di Dsseldorf
LANGIT7.ID-Düsseldorf, Jerman; Komunitas Nahdlatul Ulama (NU) di Jerman meresmikan Nusantara Islamic Center (NUIC) di Düsseldorf sebagai pusat kegiatan keislaman dan kebudayaan Indonesia. Pusat ini didirikan untuk menampung kegiatan keagamaan yang sebelumnya sering dilakukan di rumah-rumah warga.
"Kegiatan seperti tahlilan, pengajian, dan maulid Nabi sebelumnya sering diadakan di rumah-rumah warga. Namun, seiring bertambahnya jamaah, kami membutuhkan tempat yang lebih luas," kata Muhammad Nida Fadlan, Ketua Lembaga Ta'lif wan Nasyr PCINU Jerman.
NUIC berlokasi di kantor Techbros GmbH, sebuah perusahaan teknologi milik diaspora Indonesia, Yudhi Rahadian. Tempat ini dapat menampung 100 hingga 150 jamaah dan akan digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk shalat Jumat dengan khutbah bahasa Indonesia, tadarus Al-Qur'an, buka puasa bersama, serta layanan haji dan umrah.
Selain kegiatan keagamaan, NUIC juga akan menjadi wadah diskusi kebangsaan dan lintas agama. "Kami ingin NUIC tidak hanya untuk ibadah, tapi juga memperkuat persaudaraan antarumat Islam dan mempromosikan Islam yang moderat," ujar Rina Agustina, Koordinator NU wilayah NRW.
Peresmian NUIC dilakukan pada 21 Maret 2025 bersamaan dengan pelaksanaan shalat Jumat pertama di tempat tersebut. Muhammad Arrayyaan Makiatu, Wakil Ketua PCINU Jerman, menjadi khatib dalam shalat tersebut.
Miftah El-Azmi, Ketua Tanfidziyah PCINU Jerman, menyambut baik pendirian NUIC. Ia berharap pusat kegiatan ini dapat memperkenalkan Islam Indonesia yang ramah dan inklusif kepada masyarakat Jerman.
Pendirian NUIC mendapat dukungan penuh dari Techbros GmbH. "Kami ingin menggabungkan nilai-nilai spiritual dengan perkembangan teknologi. NUIC diharapkan bisa menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah dan bersilaturahmi," kata Yudhi Rahadian, CEO Techbros GmbH.
"Kegiatan seperti tahlilan, pengajian, dan maulid Nabi sebelumnya sering diadakan di rumah-rumah warga. Namun, seiring bertambahnya jamaah, kami membutuhkan tempat yang lebih luas," kata Muhammad Nida Fadlan, Ketua Lembaga Ta'lif wan Nasyr PCINU Jerman.
NUIC berlokasi di kantor Techbros GmbH, sebuah perusahaan teknologi milik diaspora Indonesia, Yudhi Rahadian. Tempat ini dapat menampung 100 hingga 150 jamaah dan akan digunakan untuk berbagai kegiatan, termasuk shalat Jumat dengan khutbah bahasa Indonesia, tadarus Al-Qur'an, buka puasa bersama, serta layanan haji dan umrah.
Selain kegiatan keagamaan, NUIC juga akan menjadi wadah diskusi kebangsaan dan lintas agama. "Kami ingin NUIC tidak hanya untuk ibadah, tapi juga memperkuat persaudaraan antarumat Islam dan mempromosikan Islam yang moderat," ujar Rina Agustina, Koordinator NU wilayah NRW.
Peresmian NUIC dilakukan pada 21 Maret 2025 bersamaan dengan pelaksanaan shalat Jumat pertama di tempat tersebut. Muhammad Arrayyaan Makiatu, Wakil Ketua PCINU Jerman, menjadi khatib dalam shalat tersebut.
Miftah El-Azmi, Ketua Tanfidziyah PCINU Jerman, menyambut baik pendirian NUIC. Ia berharap pusat kegiatan ini dapat memperkenalkan Islam Indonesia yang ramah dan inklusif kepada masyarakat Jerman.
Pendirian NUIC mendapat dukungan penuh dari Techbros GmbH. "Kami ingin menggabungkan nilai-nilai spiritual dengan perkembangan teknologi. NUIC diharapkan bisa menjadi tempat yang nyaman untuk beribadah dan bersilaturahmi," kata Yudhi Rahadian, CEO Techbros GmbH.