Prof Dr.Didik Rachbini: Jejak Kritis Sang Ekonom yang Kini Memegang Kendali Strategis BNI
Tim langit 7
Sabtu, 29 Maret 2025 - 05:40 WIB
Prof Dr.Didik Rachbini: Jejak Kritis Sang Ekonom yang Kini Memegang Kendali Strategis BNI
LANGIT7.ID-Jakarta; Penunjukan Didik Junaidi Rachbini sebagai Komisaris Independen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dalam RUPS Tahunan kemarin bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Sosok yang selama tiga dekade dikenal sebagai akademisi vokal, pendiri Indef, dan mantan politisi PAN ini membawa narasi unik: seorang "outsider" ekonomi kerakyatan yang kini duduk di jantung sistem keuangan nasional.
Dari Kampus ke Korporasi: Pertemuan Dua Dunia
Didik Rachbini (64 tahun) adalah contoh langka intelektual yang sukses menjembatani dunia akademik, politik, dan bisnis. Latar belakangnya sebagai:
- Pendiri Indef (1995): Lembaga yang kerap melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan ekonomi pemerintah, termasuk soal utang dan ketimpangan.
- Mantan Anggota DPR (2004–2009): Di Komisi VI yang membidangi BUMN, ia kerap menyoroti praktik korporasi yang mengabaikan prinsip pemerataan.
- Rektor Universitas Paramadina: Menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin institusi.
Pertanyaannya kini: Bagaimana gaya kritiknya yang terbentuk di kampus dan parlemen akan diterapkan dalam pengawasan BNI—bank BUMN dengan aset Rp1.200 triliun lebih?
Dari Kampus ke Korporasi: Pertemuan Dua Dunia
Didik Rachbini (64 tahun) adalah contoh langka intelektual yang sukses menjembatani dunia akademik, politik, dan bisnis. Latar belakangnya sebagai:
- Pendiri Indef (1995): Lembaga yang kerap melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan ekonomi pemerintah, termasuk soal utang dan ketimpangan.
- Mantan Anggota DPR (2004–2009): Di Komisi VI yang membidangi BUMN, ia kerap menyoroti praktik korporasi yang mengabaikan prinsip pemerataan.
- Rektor Universitas Paramadina: Menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin institusi.
Pertanyaannya kini: Bagaimana gaya kritiknya yang terbentuk di kampus dan parlemen akan diterapkan dalam pengawasan BNI—bank BUMN dengan aset Rp1.200 triliun lebih?