Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home global news detail berita

Prof Dr.Didik Rachbini: Jejak Kritis Sang Ekonom yang Kini Memegang Kendali Strategis BNI

tim langit 7 Sabtu, 29 Maret 2025 - 05:40 WIB
Prof Dr.Didik Rachbini: Jejak Kritis Sang Ekonom yang Kini Memegang Kendali Strategis BNI
LANGIT7.ID-Jakarta; Penunjukan Didik Junaidi Rachbini sebagai Komisaris Independen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dalam RUPS Tahunan kemarin bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Sosok yang selama tiga dekade dikenal sebagai akademisi vokal, pendiri Indef, dan mantan politisi PAN ini membawa narasi unik: seorang "outsider" ekonomi kerakyatan yang kini duduk di jantung sistem keuangan nasional.

Dari Kampus ke Korporasi: Pertemuan Dua Dunia

Didik Rachbini (64 tahun) adalah contoh langka intelektual yang sukses menjembatani dunia akademik, politik, dan bisnis. Latar belakangnya sebagai:
- Pendiri Indef (1995): Lembaga yang kerap melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan ekonomi pemerintah, termasuk soal utang dan ketimpangan.
- Mantan Anggota DPR (2004–2009): Di Komisi VI yang membidangi BUMN, ia kerap menyoroti praktik korporasi yang mengabaikan prinsip pemerataan.
- Rektor Universitas Paramadina: Menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin institusi.

Pertanyaannya kini: Bagaimana gaya kritiknya yang terbentuk di kampus dan parlemen akan diterapkan dalam pengawasan BNI—bank BUMN dengan aset Rp1.200 triliun lebih?

Kontribusi Potensial di BNI

1. Perspektif Ekonomi Kerakyatan: Didik dikenal sebagai pengamat yang menekankan pembangunan inklusif. Ini relevan dengan program BNI seperti KUR dan pembiayaan UMKM.
2. Pengingat Risiko Sistemik: Pengalamannya di Indef membuatnya sensitif terhadap gejolak makroekonomi—sebuah nilai tambah di tengah ketidakpastian global.
3. Jembatan Politik-Bisnis: Jejaknya di PAN dan DPR bisa menjadi aset untuk navigasi kebijakan pemerintah terkait BUMN.

Tantangan dan Kritik

Beberapa pihak mungkin mempertanyakan:
- Konflik Ideologi: Bagaimana seorang yang kerap mengkritik kapitalisme akan beradaptasi dengan tuntutan profitabilitas bank?
- Relevansi Keahlian: Latar belakangnya di ekonomi pembangunan (bukan keuangan spesifik) bisa menjadi titik lemah dalam pengambilan keputusan teknis perbankan.

Quo Vadis, Didik Rachbini?

Penunjukannya bisa dibaca sebagai upaya BNI merangkul kritik internal yang konstruktif. Jika ia mampu mentransformasikan idealismenya ke dalam strategi korporasi tanpa kehilangan identitas, ini akan menjadi studi kasus menarik tentang peran akademisi di dunia bisnis.

Yang Patut Ditunggu:

- Apakah Didik akan mendorong transparansi lebih besar dalam governance BNI?
- Bagaimana ia menanggapi isu strategis seperti digitalisasi bank atau ekspansi global BNI?

Satu hal pasti: kursi komisarisnya tak akan sekadar menjadi "tanda tangan" (*/saf)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)