Bagaimana Perempuan Brasil Ini Mengubah Industri Es Krim Indonesia dengan Rasa dan Berpegang Pada Budaya Lokal
Tim langit 7
Ahad, 30 Maret 2025 - 22:53 WIB
Bagaimana Perempuan Brasil Ini Mengubah Industri Es Krim Indonesia dengan Rasa dan Berpegang Pada Budaya Lokal
LANGIT7.ID-Bali; Dari sebuah ide menjadi sebuah gerakan, Liza Deubez mendefinisikan ulang makna es krim.
Di industri yang didominasi produksi massal dan rasa buatan, seorang perempuan berani melakukan sesuatu yang berbeda. Liza Deubez, seorang pengusaha asal Brasil, tidak hanya melihat es krim sebagai camilan beku—ia melihat peluang untuk menciptakan sesuatu yang bermakna, berkelanjutan, dan terhubung erat dengan budaya lokal.
Sebagai pendiri Paletas Wey, merek es krim sehat pertama di Indonesia, Liza telah menghabiskan satu dekade terakhir untuk merevolusi industri dengan memadukan bahan-bahan alami, warisan lokal, dan komitmen terhadap keberlanjutan. Kini, di usia Paletas Wey yang ke-10 tahun, ia membawa visi ini lebih jauh dengan meluncurkan Paletas Wey Scoop – Taste of Heritage.
Kisah di Balik "Taste of Heritage"
Ketika Liza memulai Paletas Wey, ia tidak sekadar memperkenalkan alternatif sehat dari es krim tradisional—ia mendefinisikan ulang makna kenikmatan itu sendiri. Merek ini cepat mendapatkan penggemar setia dan menjadi viral berkat penggunaan buah asli, tanpa bahan buatan, dan koneksi budaya yang kuat.
Kini, untuk merayakan satu dekade inovasi, Liza meluncurkan Paletas Wey Scoop, lini es krim baru yang merayakan keragaman Indonesia melalui rasa, tradisi, dan keberlanjutan. Lebih dari sekadar produk, Taste of Heritage adalah penghormatan terhadap tradisi kuliner dan kebanggaan budaya Indonesia.
"Es krim ini bukan sekadar soal rasa," kata Liza. "Setiap sendoknya bercerita, menghubungkan orang dengan tradisi dan kekayaan alam Indonesia."
Di industri yang didominasi produksi massal dan rasa buatan, seorang perempuan berani melakukan sesuatu yang berbeda. Liza Deubez, seorang pengusaha asal Brasil, tidak hanya melihat es krim sebagai camilan beku—ia melihat peluang untuk menciptakan sesuatu yang bermakna, berkelanjutan, dan terhubung erat dengan budaya lokal.
Sebagai pendiri Paletas Wey, merek es krim sehat pertama di Indonesia, Liza telah menghabiskan satu dekade terakhir untuk merevolusi industri dengan memadukan bahan-bahan alami, warisan lokal, dan komitmen terhadap keberlanjutan. Kini, di usia Paletas Wey yang ke-10 tahun, ia membawa visi ini lebih jauh dengan meluncurkan Paletas Wey Scoop – Taste of Heritage.
Kisah di Balik "Taste of Heritage"
Ketika Liza memulai Paletas Wey, ia tidak sekadar memperkenalkan alternatif sehat dari es krim tradisional—ia mendefinisikan ulang makna kenikmatan itu sendiri. Merek ini cepat mendapatkan penggemar setia dan menjadi viral berkat penggunaan buah asli, tanpa bahan buatan, dan koneksi budaya yang kuat.
Kini, untuk merayakan satu dekade inovasi, Liza meluncurkan Paletas Wey Scoop, lini es krim baru yang merayakan keragaman Indonesia melalui rasa, tradisi, dan keberlanjutan. Lebih dari sekadar produk, Taste of Heritage adalah penghormatan terhadap tradisi kuliner dan kebanggaan budaya Indonesia.
"Es krim ini bukan sekadar soal rasa," kata Liza. "Setiap sendoknya bercerita, menghubungkan orang dengan tradisi dan kekayaan alam Indonesia."