home global news

Politik Merah Putih Presiden Prabowo Yang Tak Berimbang dan Peran Didit Memainkan Politik Selfie Selfie

Selasa, 01 April 2025 - 12:30 WIB
Politik Merah Putih Presiden Prabowo Yang Tak Berimbang dan Peran Didit Memainkan Politik Selfie Selfie
LANGIT7.ID-Jakarta; Putra tunggal Presiden Prabowo Subiyanto, Didit Hediprasetyo menjadi salah satu ujung tombak diplomasi politik ayahnya dalam mengharmonikan hubungan politik dengan kelompok kelompok di luar jalur kekuasaan.

Peran itu sangat strategis karena bisa melengkapi "kekurangan" dalam pribadi Presiden yang saat ini seperti tidak leluasa bergerak dalam mengakselarasi berbagai kebijakan untuk menuju Indonesia emas.

Banyak contoh yang bisa didiskripsikapan, seperti tersandera oleh kelompok koruptor karena para koruptor juga memiliki bargaining yang kuat untuk tidak bisa disandra karena mereka memiliki akses dan jaringan yang kuat.

Terhadap upaya kristalisasi kekuasaan politik, Presiden juga bisa dinilai tidak bisa melakukan sepenuhnya karena masih banyak hambatan karena terjebak pada politik "balas budi" yang harus membawa konsukensi berat sebelah kepada kelompok A dan lemah kepada kelompok B.

Keberpihakan akibat politik balas budi ini memang cenderung tidak bisa memainkan "politik merah putih" karena formasi merah putih menjadi tidak berimbang, bahkan bisa disebut disparitasnya terlalu lebar.

Presiden faktanya tetap sebagai nahkoda dalam memimpin bangsa Indonesia. Tetapi politik merah putih yang tidak berimbang ini, bisa menjadi snowball fight dikemudian hari. Presiden sendiri tentu sangat bisa merasakan dampak dari politik merah putih yang tidak berimbang ini, paling tidak Presiden dihantui rasa tidak tenang dan tidak nyaman.

Di sinilah keberadaan Didit, satu satunya putra Presiden ini berperan untuk menyeimbangkan formasi politik merah putih. Didit menjadi figur yang fleksibel dan sangat luwes untuk memainkan peran ini meskipun hasilnya tidak bisa sempurna, namun peran Didit sangat membawa magnet yang bisa merekatkan elemen elemen bangsa yang memiliki pengaruh besar dalam fragmentasi politik nasional.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya