Kesempurnaan Tobat dan Kontinuitasnya Menurut Imam Ghazali
Miftah yusufpati
Kamis, 10 April 2025 - 05:15 WIB
Imam al Ghazali mengatakan tobat adalah suatu penyesalan yang membawa kepada tekad dan keinginan kuat untuk tidak melakukan dosa lagi. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Imam al Ghazali mengatakan tobat adalah suatu penyesalan yang membawa kepada tekad dan keinginan kuat untuk tidak melakukan dosa lagi. Dan penyesalan itu dihasilkan oleh ilmu atau pengetahuan bahwa kemaksiatan yang ia lakukan itu menjadi penghalang antara dia dengan yang dicintainya.
"Dan seluruh pengetahuan, penyesalan dan tekad itu harus terus dipertahankan dan dengan sempurna pula. Tentang kesempurnaan dan kontinuitasnya itu ada tanda-tandanya. Oleh karena itu harus dijelaskan," ujarnya.
Definisi Penyesalan
Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul "at Taubat Ila Allah", (Maktabah Wahbah, Kairo 1998) menjelaskan penyesalan adalah sesuatu yang menyakitkan hati ketika menyadari kehilangan yang ia senangi.
Tanda-tandanya adalah terus merasa menyesal dan sedih, air mata berlinang dan terus menangis dan merenung.
Jika suatu ketika ia mendengar vonis yang dijatuhkan oleh pengadilan kepada anaknya atau salah seorang yang ia cintai, niscaya ia akan merasakan kepedihan dan tangis yang mendalam.
Baca juga: Ajakan Bertobat bagi Ahli Ilmu Pengetahunan yang Menyembunyikan Kebenaran
"Dan seluruh pengetahuan, penyesalan dan tekad itu harus terus dipertahankan dan dengan sempurna pula. Tentang kesempurnaan dan kontinuitasnya itu ada tanda-tandanya. Oleh karena itu harus dijelaskan," ujarnya.
Definisi Penyesalan
Syaikh Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya berjudul "at Taubat Ila Allah", (Maktabah Wahbah, Kairo 1998) menjelaskan penyesalan adalah sesuatu yang menyakitkan hati ketika menyadari kehilangan yang ia senangi.
Tanda-tandanya adalah terus merasa menyesal dan sedih, air mata berlinang dan terus menangis dan merenung.
Jika suatu ketika ia mendengar vonis yang dijatuhkan oleh pengadilan kepada anaknya atau salah seorang yang ia cintai, niscaya ia akan merasakan kepedihan dan tangis yang mendalam.
Baca juga: Ajakan Bertobat bagi Ahli Ilmu Pengetahunan yang Menyembunyikan Kebenaran