home masjid

Kisah Sufi: Timur Agha dan Bahasa Binatang

Ahad, 13 April 2025 - 05:45 WIB
Konon, Timur Agha mempunyai kemampuan untuk memahami arti penting dalam segala sesuatu yang sepintas tampaknya tidak penting. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Kisah ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karyaIdries Shahyang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".

Pada zaman dahulu, ada seorang Turki bernama Timur Agha, yang mencari ke berbagai desa dan kota, dusun dan negeri, orang yang bisa mengajarinya bahasa binatang dan burung. Ke mana saja ia berkelana, diadakannya penyelidikan tersebut, sebab ia mengetahui bahwa Najmuddin Kubra yang Agung telah memiliki kemampuan berbicara dengan binatang dan burung; dan ia pun mencari salah seorang pengikut langsung Sang Agung agar bisa mempelajari pengetahuan gaib itu, pengetahuan Sulaiman.

Akhirnya, karena telah mengembangkan nilai kelaki-lakian dan kemurahan hati, ia menyelamatkan hidup seorang darwis tua lemah yang bergelantungan pada tali jembatan di sebuah bukit, dan yang berkata, "Nak, Aku Bahaudin Sang Darwis, dan telah kubaca pikiranmu. Sejak saat ini, kau akan bisa berbahasa binatang." Timur berjanji tak akan menceritakan rahasia itu kepada orang lain.

Timur Agha pun pulang dan bergegas ke kebunnya. Segera ia bisa mempergunakan kemampuan barunya itu. Seekor lembu dan seekor keledai sedang berbincang-bincang, dalam cara mereka sendiri. Si Lembu berkata, "Aku harus menarik bajak, dan tugasmu hanya pergi ke pasar. Karena itu, kau pasti lebih pandai dariku; berilah aku jalan keluar dari masalah ini."

Baca juga: Kisah Sufi: si Pengembara, si Aneh, dan si Hemat Waktu

"Yang harus kau lakukan," kata Si Keledai yang cerdik," hanya rebah dan berpura-pura sakit perut. Aku jamin, Si Petani akan merawatmu, sebab kau seekor binatang berharga. Ia akan biarkan kau mengaso dan memberimu makan lebih banyak." Namun, tentu saja, Timur menguping percakapan mereka. Ketika lembu jantan itu merebahkan diri, Timur berseru keras-keras, "Malam ini aku akan membawa lembu itu ke tukang daging, kecuali kalau sakitnya sembuh dalam setengah jam." Dan begitulah, lembu itu pun tiba-tiba sangat sehat!

Hal itu membuat Timur tertawa tergelak, dan istrinya yang berwatak ingin tahu dan perajuk bersikeras ingin mengetahui kenapa suaminya itu tertawa-tawa. Tetapi karena sudah janji, Si Petani pun menolak memberitahukannya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya