home wirausaha syariah

Syariah Mobilindo Tawarkan Solusi Kredit Mobil Bekas Tanpa Riba, Bebas Denda dan Tarik Paksa

Ahad, 13 April 2025 - 14:39 WIB
Syariah Mobilindo Tawarkan Solusi Kredit Mobil Bekas Tanpa Riba, Bebas Denda dan Tarik Paksa
LANGIT7.ID-Jakarta;Membeli mobil bekas dengan sistem kredit seringkali membuat masyarakat khawatir akan risiko bunga tinggi, denda keterlambatan, hingga ancaman mobil ditarik paksa saat telat bayar cicilan. Namun, kekhawatiran itu coba dihapuskan oleh Syariah Mobilindo, dealer mobil bekas yang menawarkan konsep pembiayaan berbasis syariah.

Beroperasi di kawasan Rawa Kalong, Kabupaten Bogor, Syariah Mobilindo hadir membawa sistem kredit tanpa riba, tanpa denda, dan tanpa praktik penarikan paksa unit kendaraan. Hal ini menjadi keunggulan yang jarang ditawarkan oleh dealer mobil bekas lain di Indonesia.

Martin Suharto, sosok di balik lahirnya Syariah Mobilindo, mengatakan bahwa konsep syariah ini lahir dari pengalaman pribadinya yang pernah bekerja di berbagai perusahaan leasing konvensional.

"Bisa dibilang, kami satu-satunya dealer yang benar-benar menerapkan prinsip syariah. Setelah melalui berbagai penelitian dan pengalaman, kami yakin bahwa model seperti ini masih sangat jarang di Indonesia," ungkap Martin dikutip Minggu (13/4/2025).

"Saya pribadi pernah bekerja di beberapa leasing dan memahami kelebihan serta kekurangannya. Saya ingin menciptakan sistem yang adil, di mana pelanggan tidak merasa dirugikan dan pihak pembiayaan juga tetap mendapatkan haknya tanpa ada praktik yang merugikan salah satu pihak. Inilah yang menjadi alasan utama Syariah Mobilindo berdiri," lanjutnya.

Prinsip utama dari Syariah Mobilindo adalah transparansi dan musyawarah dalam setiap transaksi. Bahkan ketika ada pelanggan yang mengalami keterlambatan bayar, solusi yang ditawarkan bukan langsung eksekusi unit, tetapi justru duduk bersama untuk mencari jalan keluar.

"Yang terpenting adalah akadnya. Kami ingin setiap transaksi berjalan dengan aman dan nyaman bagi pelanggan. Ketika pelanggan merasa tenang, mereka bisa mencari nafkah tanpa tekanan. Sebaliknya, jika akadnya tidak jelas, hati mereka akan selalu resah dan merasa tertekan dalam menjalani kewajiban cicilan," jelas Martin.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya