home edukasi & pesantren

Optimalkan Diagnosis Penyakit Otak, Doktor Lulusan ITS Inovasikan AI Berbasis MRI

Rabu, 16 April 2025 - 20:00 WIB
Dr Dewinda Julianensi Rumala ST (empat dari kiri) bersama dosen pembimbing Prof I Ketut Eddy Purnama (empat dari kanan) usai sidang promosi doktor tertutup
Penyakit otak seperti alzheimer dan tumor memerlukan diagnosis yang akurat dan cepat untuk meningkatkan peluang penanganan medis.

Menjawab tantangan ini, doktor baru lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Dewinda Julianensi Rumala ST mengembangkan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu dokter dalam mendiagnosis penyakit otak secara lebih akurat.

Dewinda memaparkan bahwa meskipun Magnetic Resonance Imaging (MRI) telah menjadi alat utama dalam diagnosis penyakit otak. Namun, kelemahannya adalah interpretasi citra MRI masih bergantung pada analisis manual oleh dokter.

“Untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi, AI dapat berperan dalam mendeteksi pola penyakit yang mungkin tidak terlihat oleh mata manusia,” jelas perempuan kelahiran Probolinggo tersebut.

Dalam risetnya, wisudawan program doktor dari Departemen Teknik Komputer ITS tersebut mengembangkan model deep learning dengan pendekatan deep-stacked ensemble learning. Pendekatan ini mengombinasikan beberapa jaringan saraf tiruan agar dapat menghasilkan prediksi yang lebih stabil dan akurat.

“Tidak ada satu model yang sempurna, tetapi kombinasi berbagai model dapat menciptakan sistem yang lebih kuat dan adaptif,” tambahnya.

Baca juga:Setia dalam Suka dan Duka, Pasutri ITS Ini Wisuda Doktor Bersama
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya