Kisah Sufi Agung Fudail bin Ayad: Maut Datang ke Baghdad
Miftah yusufpati
Rabu, 16 April 2025 - 18:43 WIB
Versi Kisah Maut ini diambil dari Hikayat i Naqsbia. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Kisah ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karyaIdries Shahyang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".
Pada suatu hari, pengikut seorang Sufi di Baghdad sedang duduk di sudut sebuah losmen ketika didengarnya dua makhluk sedang bercakap-cakap. Dari percakapan itu, tahukah ia bahwa salah satu dari mereka adalah Malaikat Maut.
"Aku harus menemui beberapa orang di kota ini selama tiga minggu mendatang," kata Malaikat itu kepada teman bicaranya.
Karena takut, pengikut Sufi itu bersembunyi sampai keduanya pergi. Lalu, setelah berpikir keras soal cara mengelabui maut, ia memutuskan bahwa apabila ia pergi jauh dari Baghdad, maka ia akan luput dari Malaikat itu. Tanpa mengulur waktu lagi, ia pun segera menyewa kuda tercepat, dan memacunya siang malam menuju Samarkand.
Sementara itu, Malaikat Maut menemui Guru Sufi dan membicarakan beberapa orang. "Dan dimanakah pengikutmu itu?" tanya Maut.
Baca juga: Kisah Sufi: Timur Agha dan Bahasa Binatang
"Mestinya ia ada dia suatu tempat di kota ini, sedang merenungkan sesuatu, mungkin di sebuah losmen," jawab Sang Guru.
Pada suatu hari, pengikut seorang Sufi di Baghdad sedang duduk di sudut sebuah losmen ketika didengarnya dua makhluk sedang bercakap-cakap. Dari percakapan itu, tahukah ia bahwa salah satu dari mereka adalah Malaikat Maut.
"Aku harus menemui beberapa orang di kota ini selama tiga minggu mendatang," kata Malaikat itu kepada teman bicaranya.
Karena takut, pengikut Sufi itu bersembunyi sampai keduanya pergi. Lalu, setelah berpikir keras soal cara mengelabui maut, ia memutuskan bahwa apabila ia pergi jauh dari Baghdad, maka ia akan luput dari Malaikat itu. Tanpa mengulur waktu lagi, ia pun segera menyewa kuda tercepat, dan memacunya siang malam menuju Samarkand.
Sementara itu, Malaikat Maut menemui Guru Sufi dan membicarakan beberapa orang. "Dan dimanakah pengikutmu itu?" tanya Maut.
Baca juga: Kisah Sufi: Timur Agha dan Bahasa Binatang
"Mestinya ia ada dia suatu tempat di kota ini, sedang merenungkan sesuatu, mungkin di sebuah losmen," jawab Sang Guru.