home masjid

Ketika Ilmu Berhenti sebagai Pengetahuan Bukan sebagai Penggerak Amal

Kamis, 17 April 2025 - 05:48 WIB
Semoga Allah taala menjadikan kita penuntut ilmu yang ikhlas dan jujur. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Di antara petaka rohani yang paling sering menimpa para penuntut ilmu adalah ketika ilmu hanya berhenti sebagai pengetahuan, bukan menjadi penggerak amal.

Padahal, inti dari diturunkannya ilmu adalah agar ia menjadi pelita amal, bukan sekadar koleksi informasi yang mempertebal rasa puas diri.

Allah ta‘ala menurunkan wahyu bukan untuk dibanggakan di atas mimbar, bukan untuk menghiasi perdebatan, bukan pula untuk sekadar dikutip dan diulang-ulang, tetapi untuk diamalkan sepenuh hati dalam keseharian. Allah subhānahu wa ta‘ālā berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّينَ، أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ

"Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al-Qur’an) dengan membawa kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih dari syirik." (QS. Az-Zumar: 2–3)

Baca juga: Ilmu Fikih: Ketika Campur Tangan Kekuasaan Membentuk Hukum Islam

Al-Qur’an diturunkan dengan haq (kebenaran), bukan untuk dipamerkan, tapi untuk menyucikan niat, membenarkan ibadah, dan memperbaiki amal. Amal menjadi tolok ukur utama keberhasilan seorang hamba, bukan banyaknya ilmu yang dimiliki. Perhatikan bagaimana Allah menegaskan balasan akhirat bukan berdasarkan pengetahuan, tapi berdasarkan amal perbuatan:
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya