home masjid

Kisah Sufi: Darwis dan Putri Raja

Jum'at, 18 April 2025 - 18:13 WIB
Tulisan klasik Sufi adalah tak lain penggambaran teknis tentang keadaan jiwa. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-LANGIT7.ID-Kisah ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karyaIdries Shahyang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".

Alkisah, ada seorang putri raja yang secantik rembulan dan dikagumi semua orang. Pada suatu hari, seorang darwis yang sedang akan makan roti, melihat putri tersebut. Makanan itu pun jatuh ke tanah, sebab ia begitu terpesona sehingga genggamannya lepas.

Ketika putri itu lewat, ia tersenyum kepada Sang Darwis. Tindakannya itu menyebabkannya sawan, rotinya jatuh di tanah dan pikirannya melayang. Dalam keadaan terpesona habis-habisan itu, ia tidak berbuat apa pun selama tujuh tahun. Tidak lama kemudian setelah itu, Sang Darwis luntang-lantung di jalan, tempat anjing-anjing tidur.

Ia menjadi gangguan bagi Sang Putri, dan para pengawalnya pun memutuskan akan membunuh darwis itu.

Tetapi, Sang Putri memanggilnya dan berkata, "Tak mungkin kita berdua hidup bersama. Lagipula, budak-budakku bermaksud membunuhmu; karena itu, pergilah menghilang."

Baca juga: Kisah Sufi Jalaludin Rumi: Darwis dan Ahli Bahasa

Lelaki nestapa itu menjawab, "Sejak pertama kulihat Tuan Putri, hidup ini tak ada artinya bagiku. Mereka akan membunuhku tanpa alasan. Namun, kumohon jawablah satu pertanyaanku karena Tuan Putrilah yang akan menjadi penyebab kematianku. Mengapa dulu Tuan Putri tersenyum padaku?"
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya