home masjid

Kisah Imam Hambali Dipenjara dan Disiksa karena Melawan Muktazilah

Rabu, 23 April 2025 - 05:15 WIB
Argumentasi debatnya juga dibukukan dalam kitab ar-Radd ala al-Jahmiyah wa az-Zindiqah. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Pada masa Imam Hambali, pemikiran Muktazilah yang rasional, ra’yu, yang didasari dari ilmu filsafat Yunani berkembang dominan memengaruhi tafsir Quran dan kaidah fikih. Debat keagamaan pun berkembang makin ramai antargolongan yang berbeda aliran pemikiran di Baghdad dan kota lain yang banyak ulamanya.

Pemikiran ini juga dianut pemerintah mulai masa Khalifah Al Makmun, al-Mu’tashim, dan al-Watsiq setelah zaman Khalifah Harun ar-Rasyid.

Salah satu pemikiran yang jadi perdebatan adalah khalqiyatul Quran atau pandangan al-Quran adalah makhluk.

Menurut pandangan ini, Allah itu bersifat absolut yang berbeda dengan sesuatu apa pun. Allah memiliki sifat kalam tetapi bicara, suara, dan bahasa Allah beda dengan manusia atau sesuatu apa pun. Al-Quran adalah kalam Allah yang telah diungkapkan dan dibahasakan menurut lisan Arab bukan bahasa Allah. Karena itu al-Quran itu makhluk bukan kalam Allah itu sendiri.

Konsekuensi dengan pandangan ini maka al-Quran itu bersifat relatif yang dipengaruhi oleh pemahaman Nabi Muhammad saat menerima kalam Allah kemudian menerjemahkan dalam bahasa Arab sesuai tradisi dan pengetahuan di mana Nabi hidup.

Dengan demikian menurut kelompok ini al-Quran tidak qadim, abadi, seperti Allah. Namun bisa berubah atau musnah seperti sifat makhluk.

Baca juga: Belajar sampai Tua, Imam Hambali Ditanya: Apakah Anda Akan Membawa Tinta ke Kuburan?
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya