Presiden Palestina Minta Hamas Mundur dari Gaza, Ini Alasannya!
Nabil
Kamis, 24 April 2025 - 07:11 WIB
Presiden Palestina Minta Hamas Mundur dari Gaza, Ini Alasannya!
LANGIT7.ID-Jakarta;Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pidato televisi pada Rabu malam menyerukan kepada kelompok militan Hamas untuk menyerahkan kendali atas Jalur Gaza, meletakkan senjata mereka ke Otoritas Palestina, membebaskan para sandera yang ditahan di Gaza, dan mengubah diri mereka menjadi partai politik.
“Hamas sudah memberi alasan bagi penjajah kriminal untuk melakukan kejahatan di Jalur Gaza, salah satunya karena mereka menyandera orang-orang,” kata Abbas dalam sebuah pertemuan di Ramallah. “Yang kena imbasnya itu saya, rakyat kita, bukan Israel. Saudaraku, serahkan saja mereka.”
Pernyataan itu disampaikan Abbas dalam pertemuan di Ramallah, Tepi Barat, di mana ia juga dikabarkan akan menunjuk calon penerusnya—bagian dari upaya untuk menjawab keraguan dunia internasional tentang kelangsungan Otoritas Palestina di tengah situasi yang genting di kawasan.
Abbas selama ini mengkritik serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang disebutnya memberi dalih bagi Israel untuk menghancurkan Gaza. Serangan tersebut jadi pemicu kampanye militer Israel terhadap Hamas di Gaza. Sementara itu, Hamas yang menolak pendekatan damai Abbas terhadap Israel menuding Abbas menindak kelompok-kelompok militan di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel. Hamas sendiri belum mengomentari pernyataan baru dari Abbas ini.
Dalam pidatonya, Abbas juga meminta para pemimpin dunia untuk menekan Israel agar menghentikan perang di Gaza, menarik pasukannya, dan menghentikan aktivitas permukiman Yahudi. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada perdamaian sampai Palestina berdiri sebagai negara merdeka dengan batas wilayah sebelum perang Timur Tengah tahun 1967.
“Hamas sudah memberi alasan bagi penjajah kriminal untuk melakukan kejahatan di Jalur Gaza, salah satunya karena mereka menyandera orang-orang,” kata Abbas dalam sebuah pertemuan di Ramallah. “Yang kena imbasnya itu saya, rakyat kita, bukan Israel. Saudaraku, serahkan saja mereka.”
Pernyataan itu disampaikan Abbas dalam pertemuan di Ramallah, Tepi Barat, di mana ia juga dikabarkan akan menunjuk calon penerusnya—bagian dari upaya untuk menjawab keraguan dunia internasional tentang kelangsungan Otoritas Palestina di tengah situasi yang genting di kawasan.
Abbas selama ini mengkritik serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 yang disebutnya memberi dalih bagi Israel untuk menghancurkan Gaza. Serangan tersebut jadi pemicu kampanye militer Israel terhadap Hamas di Gaza. Sementara itu, Hamas yang menolak pendekatan damai Abbas terhadap Israel menuding Abbas menindak kelompok-kelompok militan di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel. Hamas sendiri belum mengomentari pernyataan baru dari Abbas ini.
Dalam pidatonya, Abbas juga meminta para pemimpin dunia untuk menekan Israel agar menghentikan perang di Gaza, menarik pasukannya, dan menghentikan aktivitas permukiman Yahudi. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada perdamaian sampai Palestina berdiri sebagai negara merdeka dengan batas wilayah sebelum perang Timur Tengah tahun 1967.
(lam)