Kisah Sufi: Tiga Orang Darwis Mencari Kebenaran Sejati
Miftah yusufpati
Sabtu, 26 April 2025 - 16:07 WIB
Kisah ini merupakan ringkasan dari sebuah kisah ajaran yang terkenal Apa yang Terjadi pada Mereka Bertiga. Ilustrasi AI
LANGIT7.ID-Kisah ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".
Konon, ada tiga orang darwis. Mereka bernama Yak, Do, dan Se. Mereka berturut-turut berasal dari Utara, Barat, dan Selatan. Mereka sama dalam satu hal: berusaha mencari Kebenaran Sejati, dan sebab itu mereka mencari Jalan.
Yang pertama, Yak-Baba, duduk dan merenung sampai kepalanya sakit. Yang kedua, Do-Agha, berdiri dengan kepala di bawah hingga kakinya ngilu. Yang ketiga, Se Kalandar, membaca buku sampai hidungnya berdarah.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk berupaya bersama-sama. Mereka mengasingkan diri ke suatu tempat yang sepi dan melakukan latihan bersama, berharap agar gabungan usaha bertiga itu akan cukup kuat untuk mendatangkan Kebenaran, yang mereka sebut Kebenaran Sejati.
Selama empat puluh hari empat puluh malam mereka bertekun. Akhirnya, dalam kepulan asap putih muncullah kepala seorang lelaki yang sangat tua di hadapan mereka, seolah muncul dari tanah. "Apakah kau Khidr yang gaib itu, si pemandu manusia?' tanya Darwis pertama. "Bukan, ia Qutub, Tiang Semesta," sergah yang kedua. "Aku yakin ia pasti tak lain salah seorang Abdal, Orang-orang yang Berubah," kata Darwis ketiga.
Baca juga: Kisah Sufi: Empat Harta Ajaib
"Kalian salah," kata hantu itu keras-keras, "aku adalah apa pun yang kalian pikirkan tentangku. Bukankah kalian menginginkan satu hal, yang kalian sebut Kebenaran Sejati?"
Konon, ada tiga orang darwis. Mereka bernama Yak, Do, dan Se. Mereka berturut-turut berasal dari Utara, Barat, dan Selatan. Mereka sama dalam satu hal: berusaha mencari Kebenaran Sejati, dan sebab itu mereka mencari Jalan.
Yang pertama, Yak-Baba, duduk dan merenung sampai kepalanya sakit. Yang kedua, Do-Agha, berdiri dengan kepala di bawah hingga kakinya ngilu. Yang ketiga, Se Kalandar, membaca buku sampai hidungnya berdarah.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk berupaya bersama-sama. Mereka mengasingkan diri ke suatu tempat yang sepi dan melakukan latihan bersama, berharap agar gabungan usaha bertiga itu akan cukup kuat untuk mendatangkan Kebenaran, yang mereka sebut Kebenaran Sejati.
Selama empat puluh hari empat puluh malam mereka bertekun. Akhirnya, dalam kepulan asap putih muncullah kepala seorang lelaki yang sangat tua di hadapan mereka, seolah muncul dari tanah. "Apakah kau Khidr yang gaib itu, si pemandu manusia?' tanya Darwis pertama. "Bukan, ia Qutub, Tiang Semesta," sergah yang kedua. "Aku yakin ia pasti tak lain salah seorang Abdal, Orang-orang yang Berubah," kata Darwis ketiga.
Baca juga: Kisah Sufi: Empat Harta Ajaib
"Kalian salah," kata hantu itu keras-keras, "aku adalah apa pun yang kalian pikirkan tentangku. Bukankah kalian menginginkan satu hal, yang kalian sebut Kebenaran Sejati?"