Bantu Jamaah Haji dan Umrah, ITS Hadirkan MeccaBot AI: Perpaduan Teknologi, Adab dan Doa
Tim langit 7
Selasa, 29 April 2025 - 07:05 WIB
ilustrasi
Menyambut musim haji 2025, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa Program Studi Inovasi Digital, Departemen Sistem Informasi, ITS menghadirkan MeccaBot AI, aplikasi cerdas persembahan anak bangsa yang menjadi Teman Setia Ibadah Umrah dan Haji.
Ditenagai kecerdasan buatan (AI), MeccaBot tak hanya menjadi alat bantu, tapi sahabat digital yang siap membersamai jamaah sepanjang waktu—24 jam sehari, 7 hari seminggu—di Tanah Suci.
“Ibadah harusnya tenang, bukan penuh drama,” ujar Ketua Tim Pengembang MeccaBot sekaligus Kaprodi Inovasi Digital ITS, Ir. Achmad Holil Noor Ali, M.Kom.
“Dengan MeccaBot, kami ingin mengubah keresahan jamaah menjadi ketenangan—baik dalam mengikuti rukun, berdoa, hingga pulang ke hotel dengan aman,” katanya.
Kini MeccaBot menjelma sebagai aplikasi mobile yang lebih intuitif dan responsif. Dalam kurun waktu empat bulan terakhir, jumlah penggunanya melonjak lebih dari 25 kali lipat—sebuah bukti nyata bahwa jamaah semakin membutuhkan solusi cerdas yang sederhana dan terpercaya.
“Kami mendesain MeccaBot dengan prinsip human-centered design,” ungkap Erika Cahya Ningtyas, mahasiswa pengembang MeccaBot.
“Kami mendengar cerita, menyelami pengalaman jamaah langsung, dan menerjemahkannya ke dalam fitur-fitur yang benar-benar mereka butuhkan,” urainya.
Ditenagai kecerdasan buatan (AI), MeccaBot tak hanya menjadi alat bantu, tapi sahabat digital yang siap membersamai jamaah sepanjang waktu—24 jam sehari, 7 hari seminggu—di Tanah Suci.
“Ibadah harusnya tenang, bukan penuh drama,” ujar Ketua Tim Pengembang MeccaBot sekaligus Kaprodi Inovasi Digital ITS, Ir. Achmad Holil Noor Ali, M.Kom.
“Dengan MeccaBot, kami ingin mengubah keresahan jamaah menjadi ketenangan—baik dalam mengikuti rukun, berdoa, hingga pulang ke hotel dengan aman,” katanya.
Kini MeccaBot menjelma sebagai aplikasi mobile yang lebih intuitif dan responsif. Dalam kurun waktu empat bulan terakhir, jumlah penggunanya melonjak lebih dari 25 kali lipat—sebuah bukti nyata bahwa jamaah semakin membutuhkan solusi cerdas yang sederhana dan terpercaya.
“Kami mendesain MeccaBot dengan prinsip human-centered design,” ungkap Erika Cahya Ningtyas, mahasiswa pengembang MeccaBot.
“Kami mendengar cerita, menyelami pengalaman jamaah langsung, dan menerjemahkannya ke dalam fitur-fitur yang benar-benar mereka butuhkan,” urainya.