Jokowi Ungkap 35 Pertanyaan di Polda Saat Laporkan Tuduhan Ijazah
Tim langit 7
Rabu, 30 April 2025 - 14:04 WIB
Jokowi Ungkap 35 Pertanyaan di Polda Saat Laporkan Tuduhan Ijazah
LANGIT7.ID-Jakarta;Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya terkait laporan dugaan pencemaran nama baik atas tudingan ijazah palsu. Dalam prosesnya, Jokowi mengaku mendapatkan 35 pertanyaan dari penyidik.
"Ditanya banyak, ditanya 35 (pertanyaan)," ujar Jokowi saat memberikan keterangan di Polda Metro Jaya, Rabu (29/4/2025).
Baca juga: Jokowi Resmi Polisikan Tuduhan Ijazah Palsu: Agar Semuanya Jelas dan Gamblang
Laporan tersebut diajukan dengan dasar Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP yang mengatur soal pencemaran nama baik dan penghinaan. Jokowi menilai tudingan tersebut harus diselesaikan melalui jalur hukum agar tidak menimbulkan spekulasi publik.
"Kan dulu masih menjabat, tak pikir sudah selesai. Ternyata masih berlarut-larut jadi lebih baik sekali lagi biar menjadi jelas dan gamblang," ucapnya.
Ia juga menjelaskan mengapa ia harus datang sendiri ke kantor polisi. Menurutnya, karena kasus ini termasuk delik aduan, maka hanya korban langsung yang bisa membuat laporan.
"Kan delik aduan kan, memang harus saya sendiri harus datang," tegas Jokowi.
"Ditanya banyak, ditanya 35 (pertanyaan)," ujar Jokowi saat memberikan keterangan di Polda Metro Jaya, Rabu (29/4/2025).
Baca juga: Jokowi Resmi Polisikan Tuduhan Ijazah Palsu: Agar Semuanya Jelas dan Gamblang
Laporan tersebut diajukan dengan dasar Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP yang mengatur soal pencemaran nama baik dan penghinaan. Jokowi menilai tudingan tersebut harus diselesaikan melalui jalur hukum agar tidak menimbulkan spekulasi publik.
"Kan dulu masih menjabat, tak pikir sudah selesai. Ternyata masih berlarut-larut jadi lebih baik sekali lagi biar menjadi jelas dan gamblang," ucapnya.
Ia juga menjelaskan mengapa ia harus datang sendiri ke kantor polisi. Menurutnya, karena kasus ini termasuk delik aduan, maka hanya korban langsung yang bisa membuat laporan.
"Kan delik aduan kan, memang harus saya sendiri harus datang," tegas Jokowi.