Al-Quran Menganalogikan Hari Kebangkitan dengan Keadaan Hujan yang Menimpa Tanah Gersang
Miftah yusufpati
Ahad, 11 Mei 2025 - 05:45 WIB
Al-Quran menganalogikan hari kebangkitan dengan keadaan hujan yang menimpa tanah yang gersang. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Manusia dapat menyadari akan adanya hari akhir, Al-Quran masih tetap melayani mereka yang ragu dengan menampilkan dalil-dalil yang membungkam mereka. Prof Dr M Quraish Shihabmencotohkan beberapa di antara dalil-dalil dimaksud.
Dalam surat Ya Sin (36): 78-83 Allah berfirman:
Dan dia (manusia durhaka) membuat perumpamaan bagi kami dan dia lupa kepada kejadiannya. Dia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?" Katakanlah (hai Muhammad), "Ia akan dihidupkan oleh yang menciptakannya kali yang pertama (Allah). Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau; maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu (memperoleh bahan bakar darinya). Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi berkuasa untuk menciptakan yang serupa dengan itu? Benar.
Dia berkuasa dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. "Sesungguhnya keadaannya apabila Dia menghendaki sesuatu, hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah," maka terjadilah ia. Mahasuci Dia yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepadaNyalah kamu dikembalikan.
Baca juga: Jawaban Al-Quran Menghadapi Pengingkar Hari Akhir
Mari kita dengar uraian filosof Muslim, Al-Kindi, tentang kandungan ayat tersebut, sebagaimana dikutip oleh Abdul-Halim Mahmud dalam bukunya At-Tafkir Al-Falsafi Al-Islam. Menurut Al-Kindi:
Dalam surat Ya Sin (36): 78-83 Allah berfirman:
Dan dia (manusia durhaka) membuat perumpamaan bagi kami dan dia lupa kepada kejadiannya. Dia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?" Katakanlah (hai Muhammad), "Ia akan dihidupkan oleh yang menciptakannya kali yang pertama (Allah). Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk. Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau; maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu (memperoleh bahan bakar darinya). Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi berkuasa untuk menciptakan yang serupa dengan itu? Benar.
Dia berkuasa dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. "Sesungguhnya keadaannya apabila Dia menghendaki sesuatu, hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah," maka terjadilah ia. Mahasuci Dia yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepadaNyalah kamu dikembalikan.
Baca juga: Jawaban Al-Quran Menghadapi Pengingkar Hari Akhir
Mari kita dengar uraian filosof Muslim, Al-Kindi, tentang kandungan ayat tersebut, sebagaimana dikutip oleh Abdul-Halim Mahmud dalam bukunya At-Tafkir Al-Falsafi Al-Islam. Menurut Al-Kindi: